Nyantai..


Hidup klo serius terus ternyata cape juga.. fiuh.. keringet dingin, dada sesek, jantung berdebar-debar. Itulah yang aku rasakan stiap kali, klo ada permasalahan. Dari hari kehari aku mulai berfikir, kalau begini terus bisa stress, merusak sistem imun, trus gampang kena penyakit, jadi sakit-sakitan, trus sering kedokter, buat orangtua sedih.

Nyantai.. kata yang pertama muncul di benakku. kanapa? eit.. jangan salah, nyantai disini bukan artian males. Menikmati apa yang jadi permasalahan, cari jalan yang mudah, deket, semampu yang bisa dilakukan. Ngak nyangka permasalahan yang dihadapi dengan nyantai slalu happy ending. Fikiran fresh, hati plong, senyum jadi ringan, langkah gesit, tidur nyenyak.

Nyantai aja..

Jadi inget iklan coklat..

he.. he..

| 4

Aku4..


My sister1.. My sister2.. My young brother..
The name is Ulan, Fitri, and Agung..
I love all..
I proud with all..
Si dede (panggilanku untuk ulan) sudah kelas 3 sekarang di SMEA 2 Baleendah. Aku bersyukur, bulan2 ini dede sedang getol2nya persiapan untuk ujian kelulusan. Mudah2an aja dilancarkan tahap demi tahapnya, sampai lulus. Amiiiiiin..
Aku pernah bertanya,
"de, klo udah lulus mau kuliah?"
"Yup!"
"Jurusan apaan?"
"Jurusan tata boga"
"Perhotelan aja?"
"Yup, pokoknya masak memasak."
"de, kuliah sambil kerja aja."
"Yup."
Aku salut dede masih semangat belajar meski dalam keterbatasan.
Tak kalah, fitri my sister2 ku, dia sekarang SD kls 5, semangat belajar meski ngak beli buku pelajaran karena mahal. Sesulit apapun pelajaran fitri ngak pernah menyerah, nanya kesana kemari sampai akhirnya, bisa!. Last, Agung Priatna Shawal muslim, panjang namanya, mudah2an bisa jadi orang besar, aku udah punya rencana, nanti disekolahkan dibandung. Sekarang umurnya 3 tahun, aku sedang nunggu sampai 7 tahun, baru aku bawa ke bandung, biar jadi orang intelek. He.. he..
Terus Semangat, apapun yang terjadi..
Jangan putus asa..
Ubah cara pandang..
Hidup seperti soal matematika, klo udah tau rumus, segalanya jadi mudah..
Itu menurut aku..
Trim's udah baca..

| 3

Aku3..



My brother.. Akhi.. Sahrudin..
Lahir 4 juli 1984 di Bandung, beda dua tahun dengan aku. Kakak keduaku, tapi sekarang sudah jadi kakak utamaku semenjak abangku (kakak pertama) meninggal. Aku biasa memanggilnya
"Din.."
Berkacamata minus satu setengah, tapi sekarang bertambah jadi minus dua. Kebanggaan kedua orang tuaku, otaknya encer (pinter), rumus2 hitung sudah diluar kepala, dari SD-SMU slalu 10 besar/ 5 besar, malah pas kelulusan SMU, 2 besar se-SMUN 8 Bdg.
"Wah.. hebat.. miskin, tapi punya anak pinter, kuliah pula.. di ITB lagi.."
Dia jadi kebanggaan keluarga, sampai tetangga heran, gimana cara si Ayah dan si Ibu mendidik kakakku. Tak heranlah aku, kakakku punya cara belajar khusus, waktu belajar tak boleh ada yang menggangu, tekunnya dia sampai lebaran kertas penuh dengan rumus2 hasil hitungan.. Fisika adalah jurusannya di ITB, terbayanglah olehku berjuta2 rumus harus dihafal, perhitungan yang entah ada atau tidak jalan keluarnya, bikin stress.. Tapi dihadapan kakakku tak seujung kukupun, hebat bener.. percayalah kau kawan..
Diam2 rasa iriku muncul, tak kusadari taringku memanjang dan tanduk dikepalaku muncul serta ekor berujung segi tiga di belakangku.
" Aku harus mencuri perhatian Ayah dan Ibu.. jangan sampai aku dicuekin.. "
Namun sampai sekarang kakakku tak tergantikan menjadi kebanggaan keluargaku..
Tapi aku yakin dengan semangat juang "45" (apa.. hub..) aku yakin bisa minimal samalah.. jadi kebanggaan keluarga seperti kakakku..
He is the best.. I'm proud whit him..
My brother.. Akhi.. Sahrudin..

| 2

Aku2..


Sebel.. Sebel..

Hari itu Ayah tak memberi apa yang aku inginkan, sebuah robot2an.

"Sudahlah nanti Ayah belikan.."

Namun aku sudah kebelet, demi melihat robot2an super hero.

"Hebat.." pikirku.

Pasti teman2 terpesona, aku punya mainan hebat, superhero pula..

Teman2ku pasti pada mendekat, karena aku punya robot2an super hero yang hebat, aku pasti punya banyak teman.

kepolosan masa kecil..

Diam2 aku bangga dengan Ayah, betapa sabarnya dia menghadapai seorang bocah ingusan, dengan gaya seolah orang penting, segala keinginannya harus terpenuhi, tidak boleh tidak..

Aku bangga dengan Ayah..

| 0

Aku..



Pada hari rabu malam 19 November 1986, kata Ibu dan Bapakku tercinta, telah lahir kedunia seorang anak laki2. Dalam keadaan sehat wal afiat tak kurang suatu apapun, aku bersyukur.. terima kasih ku ucapkan.. pertama2 kepada Ibuku.. yang kedua kepada ibuku.. yang ketiga ibuku lagi.. baru yang keempat barulah Ayah..


"Tega nian.. Ayah kau tempatkan di nomor empat dasar anak.."


"Maaf, Afwn, Sory, Ampuun.. Ayahanda bukan maksud.. ananda untuk merendahkan.. namun ananda teringat perkataan Rasullulah Muhammad..


Ayah, Aku serentak "Shalallahu'alaihi Wa Sallam.."


"Ketika ditanya seorang sahabat tentang kepada siapa kita harus berbuat baik? Rasulullah menjawab Ibumu2 sampai 3X.. pada kali yang keempat barulah Ayahmu.."


"Oooo..."


"kayaknya Ayah baru tahu deh.." kataku dalam hati.
Maklumlah kawan..


Ayah SR pun tak tak tamat, tapi aku pantas berbangga.. dengan keringatnya kakak, aku, adikku yg pertama bisa sekolah sampai SMU/SMK..
Memang semangatlah yang membuat segalanya jadi mudah, percayakah kau kawan..
...



To be continue..

| 2

Aku..







Pada hari rabu malam 19 November 1986, kata Ibu dan Bapakku tercinta, telah lahir kedunia seorang anak laki2. Dalam keadaan sehat wal afiat tak kurang suatu apapun, aku bersyukur.. terima kasih ku ucapkan.. pertama2 kepada Ibuku.. yang kedua kepada ibuku.. yang ketiga ibuku lagi.. baru yang keempat barulah Ayah..
"Tega nian.. Ayah kau tempatkan di nomor empat dasar anak.."
"Maaf, Afwn, Sory, Ampuun.. Ayahanda bukan maksud.. ananda untuk merendahkan.. namun ananda teringat perkataan Rasullulah Muhammad..
Ayah, Aku serentak "Shalallahu'alaihi Wa Sallam.."
"Ketika ditanya seorang sahabat tentang kepada siapa kita harus berbuat baik? Rasulullah menjawab Ibumu2 sampai 3X.. pada kali yang keempat barulah Ayahmu.."
"Oooo..."
"kayaknya Ayah baru tahu deh.." kataku dalam hati.

Maklumlah kawan..


Ayah SR pun tak tak tamat, tapi aku pantas berbangga.. dengan keringatnya kakak, aku, adikku yg pertama bisa sekolah sampai SMU/SMK..
Memang semangatlah yang membuat segalanya jadi mudah, percayakah kau kawan..

...




To be continue..









| 0