Charlie Chaplin

Kelahiran Sir Charles Spencer atau Charlie Chaplin, aktor komedi, sutradara sekaligus komposer terkenal di era film bisu, ternyata dirayakan oleh mesin pencari Google.


Meski saya sudah coba untuk buka, ternyata tampilan seperti biasa, ngga tampil seperti gambar diatas, aneh, mungkin bisa jadi tampilan itu hanya pas tanggal ulang tahun Charlie Chaplin yaitu tanggal 16 April kemarin.  

Tapi yang menarik untuk saya, ada video Charlie Chaplin yang lumayan lucu, tapi tidak lepas dari logo google, bagi yang tertarik melihat kekocakan Charlie Chaplin made in google silahkan intip videonya di bawah ini.


 

Wassalam..

sumber : http://i-zones.blogspot.com/2011/04/happy-birthday-charlie-chaplin.html

Norman

Mungkin bukan berita baru, dan bukan gosip kalau Norman atau Briptu Norman Kamaru adalah seorang anggota Brimob di Gorontalo, sekarang terkenal dimana-mana. Bermula dari rekaman video yang berdurasi 6 menit 30 detik, yang diupload dan menyebar lewat Youtube, mungkin saya kira ini yang kedua kalinya ada orang yang terkenal bermula dari upload video rekaman sendiri setelah Sinta-Jojo lewat Keong Racunnya. Ini jadi fenomena dan patut jadi perhatian, betapa mudah dan gampang untuk menjadi fenomena hanya dengan menampilkan sesuatu yang berbeda dan menghibur, meski ditampilkan atau direkam dengan alat sederhana berupa Hape. Terlepas takdir yang Allah SWT menjadikan Norman terkenal, tapi ada pola yang serupa dari setiap fenomena, bila kita perhatikan.

Malam hari kemarin saya melihat Briptu Norman di layar kaca di sebuah stasiun televisi sedang bernyanyi dengan seorang artis terkenal, lengkap dengan pakaian seragam Polisinya. Orang yang lagi terkenal sepertinya akan dipersatukan/berkumpul dengan orang yang terkenal juga, buktinya adalah Briptu Norman. Ngomong-ngomong saya nulis sambil makan cemilan, dan menikmati lagu india yang dipakai Briptu norman untuk beraksi, mantap. Sampai mana tadi, ehm.. seperti saya perkirakan semoga ada benarnya, kalau kita ingin terkenal dan menjadi fenomena, mari kita berkaca pada fenomena yang sedang terjadi.

Faktor yang mendukung/menjadikan Norman menjadi fenomena adalah sebagai berikut :

1. Keadaan Masyarakat yang sedang menyukai hal-hal aneh tapi nyata, ada dan tervisualisasikan khususnya video, bukan hanya gambar, bukan gosip, yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

2. Semakin mudahnya akses informasi pada saat ini, dengan internet semua jadi mudah, dari fakta sampai gosip bisa disebarkan dengan mudah cukup klik. Tapi ini tidak lepas dari jaringan media yang lainnya yang mendukung.

Rasanya penyakit sok tahu saya sudah pada tahap memprihatinkan dan bisa membuat orang muntah, ya sudahlah saya cukupkan saja, toh saya lagi makan, kalau saya sampai melihat anda muntah bisa-bisa nafsu makan saya hilang.

Wasalam.. 

       

THE END

Arie terperangah, demi melihat sahabatnya nongol di depan televisi, sungguh aneh tapi nyata. Tapi memang tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, sesuatu memang bisa terjadi kalau semua sudah Allah takdirkan. Owh.. ternyata setelah sekian lama menghilang, tidak tampak batang hidungnya sampai bayangannya pun raib. Benar-benar surprise, Fan terlihat sedang diwawancarai oleh seorang wartawan,

"Bagaimana anda bisa dan mau-maunya datang kemari menjadi relawan?" tanya wartawan itu,

"Saya bisa sampai di sini karena terpanggil oleh rasa kemanusiaan saya, terus terang saya hanya orang yang cukup, cukup pas-pasan dalam hal keuangan, oleh karena itu saya menyumbangkan apa yang bisa saya sumbangkan yaitu tenaga saya untuk bisa membantu saudara-saudara saya yang tertimpa cobaan yang berat ini, terus terang saya merasa terpanggil, karena saya pernah merasakan apa yang mereka rasakan, kehilangan orang yang mereka kasihi dan cintai" jawab Fan lugas,

"Meski kita berbeda warna kulit, ras, kita wajib menolong saudara kita yang tertimpa bencana, hal ini saya lakukan demi kemanusiaan" tambahnya.

Dalam hati Arie merasa kagum, alangkah mulianya apa yang dilakukan Fan, yang ia kira pergi karena masalah yang dulu, antara Arie dan Fan. Tapi kenapa Fan pergi tanpa memberi kabar, aneh.

Fan ada dalam acara televisi yang meliput tentang upaya evakuasi pasca bencana tsunami yang terjadi di Jepang, Fan tampak cekatan membantu penduduk yang akan dievakuasi ke pengungsian. Akhirnya tercapai juga cita-citanya untuk pergi ke jepang pikir Arie, meski jepang sudah tersapu tsunami.

Belum habis kekaguman Arie melihat Fan, Handphone Arie berdering, dari nomor yang tidak dikenal, asing, "Halo?"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. Rie.. Aku Fan, kawan, aku sedang di Jepang, meski bukan dalam rangka liburan, tapi yang aku lakukan lebih baik dari sekedar liburan".
Belum sempat Arie menjawab,
" Aku telah mewujudkan salah satu impianku kawan, pergi ke Jepang, dan aku sempat diwawancara sebuah stasiun televisi dari tanah air, dari sejak kedatanganku ke Jepang  aku tak lepas berkata syukur Alhamdulillahirabbil'alamin.. karena aku merasa mendapat anugerah yang besar, mewujudkan mimpiku dan melakukan hal yang sangat mulia... Alhamdulillahirabbil'alamin.." sambung Arie.
"Jadi kau pergi ke Jepang, dan mengabaikan temanmu ini yang kesana kemari mencari kabarmu, terlalu.."

"He.. bukan begitu kawan, sementara ini Hapeku aku gadaikan dulu, sepedaku juga aku gadaikan, demi bisa pergi ke jepang, jadi aku tidak bisa menghubungimu, maaf ya..".

"Oh, ya sudahlah, baik-baiklah kau, jaga diri, ku tunggu oleh-olehnya".

"Ok, aku tidak bisa berlama-lama, Assalamu'alaikum.."

"Klik" suara telephone ditutup.

THE END

| 3

Pencarian "searching"

Arie teringat waktu sahabatnya berucap, "Kamu akan merasa rugi berteman denganku", dalam hati Arie merasa aneh, mengapa dia berkata begitu, di saat orang menjanjikan keuntungan dan keberuntungan dalam berteman. "Karena kamu akan mendapatkan aku mempunyai banyak kekurangan, cacat dan cela", Oh mungkin Fan merasa minder berteman denganku, karena aku kaya dan serba ada, sedangkan dia kemana-mana pake sepeda, meski aku hargai dia salah seorang pecinta lingkungan, pikir Arie.

Tapi akhirnya Fan mau juga berteman dengan Arie, dan kenyataannya Arie merasa sungguh beruntung memiliki sahabat bernama Fan, meski ada juga kekurangannya, selalu tidak mau kalah dalam omongan, keras kepala, blak-blakan, ceplas-ceplos, sampai Arie tidak percaya ternyata ada orang seperti Fan.

Satu hal, meski Fan ceplas-ceplos tapi omonganya tidak lepas dari ilmunya, jadi ngomong bukan omongan kosong, tapi berisi ilmu dan kalau kita renungkan banyak hikmahnya.
 
Hopefully can meet him tomorrow..

| 6