THE END

Arie terperangah, demi melihat sahabatnya nongol di depan televisi, sungguh aneh tapi nyata. Tapi memang tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, sesuatu memang bisa terjadi kalau semua sudah Allah takdirkan. Owh.. ternyata setelah sekian lama menghilang, tidak tampak batang hidungnya sampai bayangannya pun raib. Benar-benar surprise, Fan terlihat sedang diwawancarai oleh seorang wartawan,

"Bagaimana anda bisa dan mau-maunya datang kemari menjadi relawan?" tanya wartawan itu,

"Saya bisa sampai di sini karena terpanggil oleh rasa kemanusiaan saya, terus terang saya hanya orang yang cukup, cukup pas-pasan dalam hal keuangan, oleh karena itu saya menyumbangkan apa yang bisa saya sumbangkan yaitu tenaga saya untuk bisa membantu saudara-saudara saya yang tertimpa cobaan yang berat ini, terus terang saya merasa terpanggil, karena saya pernah merasakan apa yang mereka rasakan, kehilangan orang yang mereka kasihi dan cintai" jawab Fan lugas,

"Meski kita berbeda warna kulit, ras, kita wajib menolong saudara kita yang tertimpa bencana, hal ini saya lakukan demi kemanusiaan" tambahnya.

Dalam hati Arie merasa kagum, alangkah mulianya apa yang dilakukan Fan, yang ia kira pergi karena masalah yang dulu, antara Arie dan Fan. Tapi kenapa Fan pergi tanpa memberi kabar, aneh.

Fan ada dalam acara televisi yang meliput tentang upaya evakuasi pasca bencana tsunami yang terjadi di Jepang, Fan tampak cekatan membantu penduduk yang akan dievakuasi ke pengungsian. Akhirnya tercapai juga cita-citanya untuk pergi ke jepang pikir Arie, meski jepang sudah tersapu tsunami.

Belum habis kekaguman Arie melihat Fan, Handphone Arie berdering, dari nomor yang tidak dikenal, asing, "Halo?"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. Rie.. Aku Fan, kawan, aku sedang di Jepang, meski bukan dalam rangka liburan, tapi yang aku lakukan lebih baik dari sekedar liburan".
Belum sempat Arie menjawab,
" Aku telah mewujudkan salah satu impianku kawan, pergi ke Jepang, dan aku sempat diwawancara sebuah stasiun televisi dari tanah air, dari sejak kedatanganku ke Jepang  aku tak lepas berkata syukur Alhamdulillahirabbil'alamin.. karena aku merasa mendapat anugerah yang besar, mewujudkan mimpiku dan melakukan hal yang sangat mulia... Alhamdulillahirabbil'alamin.." sambung Arie.
"Jadi kau pergi ke Jepang, dan mengabaikan temanmu ini yang kesana kemari mencari kabarmu, terlalu.."

"He.. bukan begitu kawan, sementara ini Hapeku aku gadaikan dulu, sepedaku juga aku gadaikan, demi bisa pergi ke jepang, jadi aku tidak bisa menghubungimu, maaf ya..".

"Oh, ya sudahlah, baik-baiklah kau, jaga diri, ku tunggu oleh-olehnya".

"Ok, aku tidak bisa berlama-lama, Assalamu'alaikum.."

"Klik" suara telephone ditutup.

THE END

| 3