Hari Libur Penuh Berkah


Hari libur, hari yang selalu ditunggu-tunggu berkumpul dengan keluarga, teman, saudara, tetangga. Mempererat kembali jalinan kasih keluarga, pertemanan, persaudaraan, kerukunan tetangga. Mengasah kembali kepekaan kita akan lingkungan terdekat kita, yang selama ini tertunda pekerjaan yang ada di tempat kerja. Baikah keadaan mereka Ayah, Ibu, Kakak, Adik, teman lama yang lama tak jumpa, saudara yang di rawat dirumah sakit, tetangga yang terkena stroke, bagaimana keadaan mereka.


Semoga semua yang terencana bisa terlaksana, menjadi amal ibadah pula, semoga. Meski waktu amat singkat mungkin kunjungan kita amat berarti. Seperti kisah seorang sahabat yang dikunjungi saudaranya, si sahabat mengatakan sesuatu yang tak diduga, "Saudaraku terima kasih telah berkunjung setelah sekian lama tak ada seorang pun saudara dekatku mengunjungiku, dan bingkisan yang kau bawa amat berarti buatku dan keluargaku setelah sekian lama aku dan keluargaku makan seadanya, semoga Allah membalas kebaikanmu".


Kepekaan kita memang selalu harus kita asah sehingga setiap kejadian akan menjadi berarti bagi mereka dan menjadi amal ibadah yang akan mengantarkan kita kesyurgaNya. Memulai hari libur dengan riang gembira dan semangat untuk beramal membantu teman, saudara, tetangga adalah hal yang menyenangkan dan penuh berkah.

| 2

Spesifikasi


“ merekalah orang yang mendapat petunjuk dan merekalah orang yang mendapat keberuntungan” (Al Baqarah 5)


Mendapat petunjuk pada saat kebingungan dan mendapat keberuntungan ketika kita takut akan celaka mungkin harapan semua orang, namun apakah mereka tahu bahwa petunjuk dan keberuntungan macam apa yang sebenarnya mereka perlukan. Petunjuk berupa informasi yang membuat mereka jadi kaya raya, bahagia, senang dan riang gembira, keberuntungan yang dengannya mereka tak pernah celaka, rugi, sedih, sakit hati, muka berseri-seri. Semua itu kalau mau jujur hanya dugaan, “kayaknya kalau kaya saya jadi senang, bahagia, tidak sedih lagi, mukapun berseri-seri” atau “kayaknya kalau saya lebih dulu tahu informasi itu saya jadi kaya” atau “kayaknya kalau saya bersama-sama dia akan bahagia”.
Dalam islam, kita diwajibkan berusaha semaksimal mungkin dan tak ada urusanpun dengan hasil, karena masalah hasil Allah yang menentukan. Dalam surat Al-Baqarah ayat 5, Allah menyebutkan bahwa merekalah orang yang mendapat petunjuk dan merekalah orang yang mendapat keberuntungan, yang selanjutnya akan muncul pertanyaan, siapa orang yang mendapat petunjuk dan keberuntungan?.
Mari kita telusuri ayat sebelumnya, ternyata mereka yang mendapat petunjuk adalah mereka bertaqwa yang menjadikan Al-Kitab yaitu Al Qur’an sebagai petunjuk. Kemudian secara spesifik bahwa mereka beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan harta yang Allah titipkan, menyakini apa yang Allah turunkan, dan yakin kepada hari akhir.
Spesifikasi yang Allah sebutkan bukanlah main-main, keyakinan kita kepada yang ghaib menjauhkan kita dari materialism, shalat membuat kita selalu ingat dan dekat dengan-Nya, menafkahkan harta menjadikan kita memiliki rasa cinta dan kasih sayang, yakin terhadap apa yang Allah turunkan menjadikan kita tak tersesat dalam kehidupan dunia, dan yakin terhadap hari akhir menjadikan kita berfikir kedepan.
Spesifikasi apa yang sudah kita punya sebagai seorang muslim, untuk menjadi hamba-Nya yang mendapat petunjuk dan mendapat keberuntungan?
Wallahu’alam..

| 2

SIM 2


Mendung menyelimuti kota Bandung ibu kota periangan, tapi ketika ku dengar ada yang bertanya,


"What do you feel today?" katanya.


"Fine but not so good" jawabku.


Beberapa hari ini mendung tak bosan-bosannya menyapa kota, kadang berlanjut hujan, membuat Bandung basah kuyup. Butir-butir air berjatuhan, membasahi dedauanan pohon pinggir jalan. Namun aku pantas bersyukur Bandung bukan Jakarta yang setiap musim hujan pasti kebanjiran.


"Alhamdulillah.." gumamku.


"Good, very good" katanya.


Entah kenapa setiap aku mengucap Alhamdulillah, dia selalu memuji. Tapi entah kenapa juga tiba-tiba sesudah mendengar pujiannya hati ini merasa tentram. Eit.. Aku mengatakan Alhamdulillah itu ikhlas, nga berharap pujian.


Pujian hanya untuk Allah tidak untuk yang lain, tapi bukan berarti dilarang memuji orang, pujian bisa diucapkan kepada seorang yang kita anggap berjasa atau berbuat baik. Memuji orang yang berbuat baik bisa diartikan kita menyukai kebaikan.


"Tidur ah.. biar ga telat bangun.. " kataku dalam hati.

"Good, very good" Katanya.

Ternyata dia tahu, sungguh aneh.

| 2

Someone Inside Me



"what do you feel today?"
"I'm fine" jawabku.
Setiap kali dia selalu bertanya, pada awalnya aku tak menjawabnya, bahkan tak menyadarinya. Sungguh aneh ada suara tapi tak kasat mata, tak kelihatan, disinilah terlihat betapa lemah manusia itu terhadap sesuatu hal yang gaib. Tak banyak orang yang mengetahui tentang alam gaib, lebih sedikit lagi pengetahuan manusia tentang alam gaib karena lebih banyak bersandar kepada 'Katanya', 'Biasanya', 'menurut cerita'. 'konon katanya'.
"Very very fine" jawabku suatu hari, saat itu kondusif, aku lagi semangat.
"Not very well" jawabku suatu hari, ketika futur, aku tak lagi mood, kurang semangat.
Sejauh ini dia selalu menanyakan keadaanku, memotivasiku, memberi solusi, jadi tak perlu khawatir fikirku. Dikala sedang bingung sendirian, dia selalu jadi tempat bertanya dan dia selalu memberi jawaban yang solutif. Dia memberiku dorongan untuk berbuat baik, mengingatkanku ketika akan berbuat salah.
"Very good"
"Don't do it, that is mistake"
"Yes, I see, Isee" jawabku ketika aku sepakat.
"Not yet" jawabku suatu kali aku tak sepakat, kadang ku fikir dia terlalu banyak mengatur. Siap dia?, berani-beraninya dia mengatur hidupku, sok tahu!.
Keadaan kami selalu silih berganti, kadang akur, kadang tak karuan ketika perbedaan tak bisa terelakan. Tapi entah kenapa dia begitu sabar, selalu mengingatkan, dan memberi dukungan, selalu. Akhirnya aku sadari, seharusnya aku berterima kasih ketika dia mengingatkanku tentang bahwa sesuatu itu salah, aku tak seharusnya egois, mementingkan diri sendiri. Berterimakasih atas seorang yang selalu mengingatkan aku untuk selalu berbuat baik, dan yang terbaik. Berterima kasih.
"For who?"
Sejenak aku berfikir,
"Alhamdulillah"
Lalu kudengar dia berkata,
"Good, very good"

| 3

Waktu ini tak akan terlewatkan lagi


Waktu yang tersisa kini, adalah rahmat Allah, inilah bukti kasih sayangNya, bagaimanapun buruknya amal, Dia masih memberi kesempatan. Ya Rahmaan.. Ya Rahiim..
Waktu ini tak akan terlewatkan lagi..
Akanku kerahkan segala energi jiwa raga ini hanya beramal di jalanMu dan hanya untukMu, tak ada yang lain..
Waktu ini tak akan terlewatkan lagi..
Beramal dengan keikhlasan untuk keridhaanMu, menjaga apa yang telah Kau beri, mentaati apa yang Kau Perintahkan..
Wakti ini tak akan terlewatkan lagi..
Aku bersujud kepadaMu, Aku berpasrah diri kepadaMu, hidup, matiku Hanya untukMu..
Air mata ini..
Waktu ini tak akan terlewatkan lagi..
Amiin..

Ya Muqalibal Quluub Tsabbit Qalbi 'Ala diinika Wa Thaa'atika fi Sabiilika

| 2

Berhenti sejenak


Dalam aktifitas, hari demi hari entah berapa targetan terlewati, patutlah kita bersyukur atas hasil yang kita peroleh. Menjadikan kepekaan kita terhadap hal-hal yang terjadi disekitar kita berkurang. Ternyata banyak hal yang terjadi, dan tak kita sadari, sementara kita asik dengan targetan-targetan. Menjadikan kita lupa akan kesalahan-kesalahan kecil, harus segera dievaluasi. Kita sama-sama sepakati bukan kesalahan kecil lagi jika hal itu terus dilakukan berulang-ulang.
Luangkan waktu sejenak untuk merenungi apa yang telah terjadi, dan apa yang telah terlewati. Menjadikan diri ini mengerti hakikat, dari apa yang terjadi, dan mengevaluasi kesalahan. Hal ini penting dan harus kita sepakati, sebelum semuanya terlambat, dan semua jadi sia-sia.
Waktu yang tepat bagi kita seorang muslim adalah waktu sesudah shalat fardu, insyaAllah akan sangat tepat. Kita mengevaluasi diri, secara objektif, dengan disaksikan olehNya. Dan meminta kepadaNya agar kesalahan itu tidak terulang kembali. Sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha bijaksana.


Ditulis ba’da shalat dzuhur..

Usia


Kalau disuruh main game, saya paling suka game strategi, contohnya Age of empires. Disana kita bisa buat suatu kerajaan (Empire), disana ada pekerja (Vilager) yang siap membantu kita dalam membangun kerajaan, dan kita juga bisa menciptakan tentara yang siap mengamankan kerajaan kita, yang masing-masing bisa kita upgrade. Bukan maksud saya mengajak main game, itu bisa menghabiskan waktu, tapi sekali-kali tak apalah he..
Maksud saya adalah sebuah kerajaan, zaman, wilayah, tempat, ada usianya. Mereka tak akan selamanya tetap seperti semula, akan ada perubahan-perubahan, sampai kepada kemusnahannya. Banyangkan dalam kerajaan itu terdapat banyak orang, dan telah ditetapkan usia kerajaan itu kejayaannya dan kehancuranya. Betapa maha besar kekuasaan Allah, Allahuakbar..
Kita termasuk didalam wilayah NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia) tentu juga sudah mengalami perubahan-perubahan yang signifikan, pergantian presiden sudah 6 kali, entah kapan sampai kepada kemusnahannya. Semoga kita termasuk yang bisa mempertahankan NKRI, jangan sampai cepat-cepat musnah.
Ternyata tua atau muda usia seseorang, tak bisa menjadi tolak ukur kebaikan seseorang. Apakah yang lebih tua lebih baik dari yang muda? bisa jadi tapi tak bisa di sama ratakan. Sekarang ini telah bermunculan tokoh intelektual muda yang terlihat lebih baik kinerjanya dibanding yang tua.
Bertahanya eksistensi (keberadaan) seseorang dinilai dari kinerjanya, Kinerja baik maka ia akan bertahan, menurut saya demikian, sama halnya dengan negara, bangsa, atau bahkan blok.
Disinilah kita, di bumi tercinta indonesia, kita tertuntut mengembangkan kinerja, bukan hanya mempertahankan eksistensi kita, tapi orang-orang disekeliling kita, yang kita sayangi dan cintai.

Catatan : Inspirasi kadang abstrak, sementara ini yang saya dapat tulis. he.. untuk hari ini di hari jum'at "Rajanya hari". Untuk para muslimin kecuali muslimat jangan lupa shalat jum'at..

| 3

Perbaikan diri (3)



Tak cukup hanya baik sendirian, kata-kata ini selalu terngiang dalam benak saya. Perbaikan yang hanya parsial hanya akan bertahan sementara, tidak sempurna. Kesendirian kita dalam kebaikan ibarat sebuah kelicikan, keegoisan, maunya menang sendiri. Tak ada maksud menghakimi, namun bayangkan seperti air yang menyejukan, namun kita hanya ingin menikmatinya sendiri. Sementara orang disekeliling kita kehausan bahkan hampir sekarat.
Kebaikan yang kita sebarkan ibarat sungai yang mengalirkan air kesetiap penjuru tempat, mengobati hati yang kehausan. Puaskan dahaga orang yang ada disekeliling kita dengan kebaikan-kebaikan kita. Maka kita akan lihat kebaiakan itu akan kembali kepada diri kita, siapa yang menanam dia akan menuai hasilnya. Kepada siapa kita akan berikan kebaiakan ini? Keluarga, sanak kerabat, teman, sahabat, tetangga dst.
Akan kita rasakan kebaikan itu kembali, apa yang harus kita lakukan? berbangga diri? besar kepala? merasa jadi pahlawan?. Bersyukurlah, bersyukurlah kepada Allah, Tuhan semesta alam, Dia telah menetukan kita sebagai jalan untuk menyebarkan kebaikan.

To be continue againt..

| 2

Perbaikan diri (2)


Perbaikan macam apa yang kita inginkan? jiwa, raga, fikiran, materi, ilmu, atau cara bicara. Meski tak kita sadari perubahan itu terjadi, yang jadi penting untuk diingat, kemana arah perubahan itu. Perbaikan adalah yang sama-sama kita harapkan tentunya. Tidak ada perubahan tanpa dimulai dari hal yang kecil, kita sama-sama tahu tentunya. Menjadikan hal yang kecil sebagai batu bata pertama merekontruksi diri menjadi lebih baik adalah satu langkah yang tepat, lihat disekeliling kita.
Orang-orang yang disekeliling kita adalah hal kecil yang sering kita tidak sadari mempengaruhi, memasukan begitu banyak informasi kedalam benak kita. Cobalah sewaktu-waktu kita renungkan informasi apa saja yang mereka masukan kedalam benak fikiran kita selama seharian. Berapa persen kebaikanya dan kejelekannya. Tentunya disini kita butuh standar baku untuk menilai kebaikan dan kejelekan, Standar apa yang kita pilih sebagai penentu baik dan jelek?

to be continue lagi..

| 4

Perbaikan Diri


Perbaikan diri menuju kehidupan yang lebih baik. Bagaimanapun penilaian orang lain akan lebih objektif ketimbang diri sendiri. Menilai sebuah kritikan dengan kemarahan bukanlah solusi perbaikan diri, bisa jadi terbalik, justru dengan marah semakin terbukalah kelemahan-kelemahan kita. Orang lain akan senang ketika ditanya dan dimintai masukan, tentang penilainnya terhadap kita dalam rangka perbaikan diri. Sikapilah setiap perkataan orang lain dengan penuh terima kasih, karena dengan kata-katanya kita tahu sebenarnya siapa diri kita dihadapannya. Meski kadang sakit, tapi kita tahu bahwa selama ini kesalahan yang kita lakukan efeknya bisa menjadikan kita lebih baik, asal kita mau memperbaikinya.

Menjadi diri yang lebih baik adalah harapan semua orang, tapi ternyata definisi atau pemahaman seorang dengan yang lain berbeda-beda. Akhirnya kita butuh referensi yang update tentang "Bagaimana gambaran orang yang baik atau bahkan terbaik?".

To be continue..

| 4