Perbaikan diri (3)



Tak cukup hanya baik sendirian, kata-kata ini selalu terngiang dalam benak saya. Perbaikan yang hanya parsial hanya akan bertahan sementara, tidak sempurna. Kesendirian kita dalam kebaikan ibarat sebuah kelicikan, keegoisan, maunya menang sendiri. Tak ada maksud menghakimi, namun bayangkan seperti air yang menyejukan, namun kita hanya ingin menikmatinya sendiri. Sementara orang disekeliling kita kehausan bahkan hampir sekarat.
Kebaikan yang kita sebarkan ibarat sungai yang mengalirkan air kesetiap penjuru tempat, mengobati hati yang kehausan. Puaskan dahaga orang yang ada disekeliling kita dengan kebaikan-kebaikan kita. Maka kita akan lihat kebaiakan itu akan kembali kepada diri kita, siapa yang menanam dia akan menuai hasilnya. Kepada siapa kita akan berikan kebaiakan ini? Keluarga, sanak kerabat, teman, sahabat, tetangga dst.
Akan kita rasakan kebaikan itu kembali, apa yang harus kita lakukan? berbangga diri? besar kepala? merasa jadi pahlawan?. Bersyukurlah, bersyukurlah kepada Allah, Tuhan semesta alam, Dia telah menetukan kita sebagai jalan untuk menyebarkan kebaikan.

To be continue againt..

| 2