Mengenal Alloh

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah buku kecil, tapi buatku buku ini ternyata isinya membahas sesuatu yang tidak kecil, buku ini membahas hal yang maha besar yaitu Alloh SWT. Judul buku itu "Serius Mengenal Alloh" tulisan Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan panggilan Aagym. Mengenal Alloh ternyata butuh keseriusan, sehingga bukan hanya tahu kalau Alloh itu Tuhannya juga Tuhan kita semua, tapi juga perlu kemauan yang sungguh-sungguh untuk memahami kalau Alloh juga membuat aturan-aturan supaya kita bisa bahagia dunia dan akhirat.

Sumber
Di buku ini, kita di ajak beranalogi, kalau kita rela membayar berapapun untuk bisa mengenal artis idola dengan membeli majalah atau tabloid dan membeli tiket konsernya, berkorban antri berjam-jam bahkan berhari-hari, maka bagaimana dengan Alloh, apa yang sudah kita bayar dan korbankan untuk bisa mengenalnya?. Alloh yang menciptakan langit dan bumi juga seisinya termasuk kita di dalamnya, kita tidak pedulikan, kita lebih asyik memandangi foto artis idola dan berkhayal bertemu suatu saat.

Alloh tidak membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan Alloh, banyak orang belum menyadari ini, karena belum serius mengenal Alloh, mereka menganggap kalau kita ibadah itu untuk Alloh, padahal kita ibadah itu untuk diri kita sendiri, Alloh memberikan perintah ibadah agar manusia bisa bahagia di dunia dan di akhirat, kalau kita masih berat melakukan ibadah berarti kita belum serius mengenal Alloh.

Mari kita mulai, mulai dari sekarang berusaha untuk mengenal Alloh.



  

| 5

Terus Mengulang Doa

Banyak sudah yang berputus asa dengan harapannya, berhenti berdoa, hanya mengandalkan usahanya, keluarga, sahabat dekat, dll. Menjadi seleksi alam kalau orang yang berdoa berguguran, kapok berdoa di penghujung malam menahan kantuk karena ternyata doanya tak kunjung terkabul, bosan mengulang-ulang lagi kalimat yang sama dan mulai berprasangka buruk kalau-kalau Alloh tak lagi mau mendengar doa-doanya. Tapi bisa dilihat kalau mereka yang berguguran memiliki satu kesamaan, Iman yang lemah.

Mengulang terus doa bukan berarti membuang waktu ketika doa belum juga kunjung terwujud, mulai sadarilah itu, keimanan kita kepada Alloh, butuh pembuktian, salah satunya tidak berputus asa dalam berdoa dan jangan sampai kita berprasangka buruk kepada Alloh. Usaha adalah suatu keharusan untuk siapa saja yang punya harapan, keinginan, cita-cita, libatkan Alloh dengan jalan berdoa, tidak hanya usaha gerak langkah kita dan minta bantuan keluarga, saudara, dan kenalan, tapi Alloh dilupakan, salah besar.

Sumber
Doa berarti melibatkan Alloh, mengikutsertakan Alloh dalam mewujudkan harapan, keinginan, cita-cita, akan berbeda sekali dengan usaha yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, keluarga, saudara, dan kenalan, disana ada peluang kita jadi sombong, merasa keberhasilannya hanya atas kegigihan dan keuletan dirinya sendiri, Na'udzubillah. Alloh sangat membenci orang yang sombong.

Manfaatkan doa, bukan hanya supaya harapan, keinginan, cita-cita terwujud akan tetapi sebagai wujud keimanan kita kepada Alloh, sehingga doa itu juga bisa menjadi pemberat timbangan amal kebaikan kita di akhirat kelak.

Maap ya, tulisan ini serius banget, habis mau gimana lagi, karena kalau kita berhenti berdoa bisa jadi kita udah ga percaya sama Alloh, jangan sampai begitu ya..

Mulai Dengan Doa

Aku bingung, banyak sekali keinginan yang muncul di dalam hati, ingin A, B, C, dan seterusnya. Bingung soalnya banyak yang diinginkan sementara kepala ini cuma satu (mikirin yang mana dulu nih), tangan cuma dua (ngerjain yang mana dulu nih), dan kaki cuma dua (jalanin yang mana dulu nih). Kadang saking bingungnya pas hari itu ngga ada yang beres, nol, hari itu berlalu dengan kebingungan. Bagi sahabat yang sama-sama pernah merasakan bingung atau sedang merasakannya saat ini, tos dulu, berarti kita senasib sepenaggungan (halah, ga penting banget). Dalam keadaan pasrah, karena bingung, aku cuma bisa diam, hari itu banyak diamnya, pokoknya tidak produktif, statis, beku.

sumber

Hari berikutnya, aku putuskan mengerjakan apa yang ada, yang ada A aku kerjakan yang A, yang ada B aku kerjakan yang B, ga ada pertimbangan yang lain, life must go on katanya, maju aja deh gimana nanti aja. Satu saat, mungkin ini sudah Alloh takdirkan sebagai awal aku harus mendekat kepadaNya, suatu subuh aku terbangun, mendengar suara TV, rupanya dari malam TV lupa dimatikan, pas subuh itu ada tausyiah seorang ustad, intinya begini "Kalau ada keinginan mulailah dengan doa, kemudian ikhtiar, dan serahin deh hasilnya ke Alloh, karena Alloh akan memberikan kita yang terbaik".

Mulai dengan doa, bener juga ya, Alloh adalah Tuhanku dan kita semua, yang maha pengasih dan penyayang hamba-hambaNya, kalau ada keinginan sampaikan ke Alloh, mohon kekuatan, kelancaran, supaya segala keinginan kita tercapai, kemudian mulailah bekerja, ikhtiar semampu, sekuat yang kita bisa (ciat-ciat, keluarkan jurus-jurus), sudah begitu tawakal (sebagai jurus terakhir), hasil biar Alloh yang menentukan, hasil baik atau jelek, itulah yang terbaik.

Beda benar-benar beda sodara-sodara, memulai dengan Doa dalam mewujudkan keinginan dibanding ikhtiar saja tanpa doa, setidaknya itu yang aku rasakan. Semangatnya menjadi lebih kuat, fikiran lebih fresh, Kerja jadi lebih teratur, dan hasilnya jadi lebih baik. Buktikan deh.