Bekas Sujudnya Bercahaya 5

Kepalaku terasa berat, tapi hanya sebelah, migrain tepatnya, sebelah kanan, mengapa sebelah kanan? entahlah. Siang itu aku harus tetap membuka mataku lebar-lebar, meski kadang menyipit karena menahan nyeri, pandangan fokus ke depan, udara panas menyengat, untunglah aku mematuhi aturan lalulintas dengan mengenakan helm, kepalaku yang nyeri tidak kepanasan, Alhamdulillah. Aku harus menjaga kesadaran, meski nyeri ini enaknya diistirahatkan, ditidurkan tepatnya, aku tidak mau kecelakaan naas menimpaku, seperti cerita-cerita orang, di jalan yang aku sedang lalui ini sering terjadi kecelakaan, biasanya menimpa pengendara motor, tak tanggung-tanggung mereka itu ada yang terlindas truk, Na'udzubillahi mindzalik.

Sumber


Aku rebahan di kasur, biasanya kepalaku agak baikan ketika sudah ditidurkan, 2-3 jam. Saat itu jam 1 siang, aku habis pulang dari sekolah, seperti biasa aku langsung tidur, bangun sore jam 3-an, kadang sempat sholat berjama'ah kadang juga bablas, akhirnya hanya bisa sholat sendirian. Migrain harian, ya, hampir setiap hari aku migrain, entah apa sebabnya, anehnya kalau pagi ga tuh, pas mendekati waktu siang aja, sedikit aneh, "Jangan mengeluh.. jangan mengeluh.." bisikku dalam hati menyemangati diriku sendiri, kalau bukan diriku sendiri yang menyemangati lalu siapa lagi, Ayah atau Ibu atau saudaraku?, mereka punya persoalan yang mungkin lebih berat dari nyeri kepala ini, "Jangan tambah beban mereka" batinku.

Sumber


Siang itu aku bermimpi, aneh, perasaan mimpiku selalu aneh, tapi aku yakin kalau mimpi punya sebuah arti, isyarat, biasanya tentang sesuatu yang sesuatu itu hanya bisa kita ketahui di masa depan. Contohnya mimpi Nabi Yusuf yang ada dalam Qur'an, setelah sekian lama barulah ketahuan kalau mimpinya melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadanya, menjadi isyarat kalau di masa yang akan datang beliau akan menjadi seseorang yang dimuliakan. Sebetulnya jangan juga tersugesti mimpi terlalu jauh, karena mimpi ada 2, jelek dan baik, jelek dari setan dan yang baik dari Alloh, kalau yang datang mimpi yang jelek banyak-banyak istigfar dan meminta perlindungan Alloh, kalau yang datang mimpi yang bagus/baik banyak-banyak memuji Alloh dengan tasbih, tahmid dan jangan lupa juga banyak-banyak istigfar supaya Alloh mewujudkan mimpi kita yang baik itu.

Mimpiku siang itu.. 

(Bersambung) 
Bekas Sujudnya Bercahaya 1
Bekas Sujudnya Bercahaya 2
Bekas Sujudnya Bercahaya 3
Bekas Sujudnya Bercahaya 4

Bekas Sujudnya Bercahaya 4

Perjuanganku untuk sholat subuh di masjid bukan tanpa kegagalan, kegagalan karena bangun tidur kesiangan mungkin salah satunya, namun seperti kata Ustad di radio, kalau pun kesiangan maka sholatnya sah sepanjang bukan karena kita menunda-nunda waktu sholat, jadi pas bangun segera sholat subuh, meski bangun tidur kesiangan. Bukan jadi alasan karena aktifitaslah, atau apa pun itu dijadikan pembenaran untuk sholat subuh kesiangan, kita wajib menjaga sholat subuh kita tepat waktu sehingga bisa berjamaah di masjid. Aku masih ingat kata Ustad di radio kalau amal yang paling dicintai Alloh adalah Sholat tepat pada waktunya.

sumber


Sore itu aku sholat Ashar di masjid, setelah beres sholat Ashar, aku melihat beberapa bapa-bapa berkumpul sedang berdiskusi, sekilas aku mendengar ada  kata "meninggal", "Siapa ya?" pikirku, beberapa saat kemudian Ustad penjaga masjid yang tadi ikut berkumpul berdiri lalu berjalan ke mimbar,

"Innalillahi wa inna ilaihiroji'un, telah berpulang ke Rohmatulloh Bapak Imam warga RT06/RW03, bagi bapak-bapak dan pemuda-pemuda yang ingin membantu pengurusan jenazah di tunggu di Masjid"

"Innalillahi wa inna Ilaihiroji'un" ucapku setelah mendengar pengumuman itu, Pa Imam meninggal, semoga Alloh memberikan tempat yang terbaik disisiNya, yang aku kenal Pa Imam orang yang baik, rajin sholat di masjid, batu loncatan yang belum berhasil aku loncati karena beliau keburu sakit dan sekarang meninggal.

Aku memberanikan diri ikut membantu untuk mengurus jenazah sebelum nantinya di makamkan, jenazah tiba di masjid jam 5 sore, jenazah belum di mandikan, jadi pengurusan jenazah dimulai dengan memandikan jenazah. Ketika memandikan jenazah aku hanya membantu membawakan air dan melihat proses memandikan jenazah, yang menarik, wajah Pa Imam berseri-seri meski berwarna pucat dan dahinya seperti mengeluarkan sinar, padahal lampu redup, aku tidak banyak bicara karena bapa-bapa yang memandikan jenazah juga tidak bicara apapun, pemandian jenazah terus berlangsung.

Sumber

Singkatnya, setelah pemakaman Pa Imam beres, aku memberanikan diri bertanya kepada bapa yang memandikan jenazah Pa Imam,

"Pa, tadi perasaan pas mandiin jenazah wajah Pa Imam di dahinya keluar sinar, bapa lihat ga?"

"Oh itu, Iya bapa juga heran, mungkin karena Pa Iman di masa hidupnya selalu mendirikan sholat, sepengetahuan selama 5 tahun ini bapa sholat berjama'ah di masjid, Pa Imam tak pernah absen sholat berjama'ah, mungkin karena itu ya, Wallohu'alam..". Kata si bapa panjang lebar.

Subhanalloh, jadi yang aku lihat tidak salah, dahi Pa Imam tadi memang bersinar, bergetar hati ini karena Alloh menujukan salah satu kebesaranNya kepadaku yang untuk pertamakalinya memberanikan diri memandikan jenazah, jenazah orang sholeh, sinar itu sebagai buktinya.

(Bersambung)
Bekas Sujudnya Bercahaya 1
Bekas Sujudnya Bercahaya 2
Bekas Sujudnya Bercahaya 3

     


 

Bekas Sujudnya Bercahaya 3

Hari itu aku bisa juga berkunjung ke rumah sakit menengok Pa Imam,

 "Semoga lekas sembuh ya, Pa Imam" ucapku kepada beliau, sambil menjabat tangannya, beliau terlihat lemah.

"Iya terimakasih sudah menegok Bapa ya nak." jawab beliau sambil tersenyum, senyumannya seperti tidak ada beban, padahal beliau sakit lumayan parah sampai tidak bisa berjalan.

 "Saya sholat sambil duduk atau sambil berbaring, pake tayamum kalau wudhu belum kuat soalnya dingin. Semoga saya bisa cepat sembuh dan bisa sholat di masjid lagi" cerita Pa Imam ketika ditanya bagaimana sholat ketika dalam keadaan sakit seperti ini.

Sumber


Aku jadi ingat pelajaran sholat, sholat itu ibadah yang harus dikerjakan dalam kondisi apapun, selama dalam keadaan sadar, meski saat sakit ketika tidak sanggup berdiri, maka bisa dengan duduk, sampai jika tidak bisa duduk maka bisa dilakukan dengan berbaring, saking pentingnya perintah sholat.

Memandang Pa Imam yang terbaring sakit tapi masih berusaha menunaikan kewajibannya untuk sholat, aku jadi semakin bersemangat untuk memperbaiki sholatku, mumpung masih sehat, datang ke masjid jangan telat, tepat waktu.

Harapanku semoga Pa Imam diberikan kesembuhan dan bisa lagi sholat di masjid.

(Bersambung)
Bekas Sujudnya Bercahaya 1
Bekas Sujudnya Bercahaya 2


  

 

| 9

Bekas Sujudnya Bercahaya 2

Subuh itu terasa berbeda, ringan dan ga susah bangun, mungkin karena sudah terbiasa, mata ga berat, badan ga pegel-pegel seperti awal-awal coba bangun subuh dulu, udara sejuk ga menusuk-nusuk di kulit, pokoknya nyaman. Bangun lalu minum segelas air putih, katanya bagus untuk pencernaan, jadi biasakan minum segelas air putih ketika bangun tidur, biasanya langsung kerasa, MULES, artinya bagus, pencernaan jadi lancar. Langsung ke kamar mandi, mandi beres siap-siap ke masjid, pas udah di masjid lihat jam ternyata masih ada waktu 10 menit ke subuh, isi dengan sholat sunah, lumayan 2 rokaat.

Seperti biasa sambil nunggu waktu adzan subuh lihat-lihat situasi, ternyata yang ada hanya aku dan ustad penjaga masjid, "Pa Imam kemana ya?", "Jangan-jangan aku berhasil mendahului, menyusul Pa Imam, Yes, Akhirnya Aku BISA!" kataku dalam hati.

Sumber

Subuh itu menjadi subuh yang bersejarah, loncatan yang spektakuler (halaah), "Semoga bisa Istiqomah ya Alloh" do'aku dalam hati. Tapi ada yang aneh, sampai iqomat Pa imam belum juga muncul, "Jangan-jangan Pa Imam absen atau Pa Imam pulang kampung, ah kan Pa Imam asli orang sini" pikirku, "Sudahlah, nanti cari tahu, sekarang sholat dulu" pikirku lagi.

"Pa Imam sakit dirawat di rumah sakit" jawab ustad penjaga masjid saat aku tanya soal Pa Imam.
"Sakit apa ustad?" Tanyaku.
"Biasa sakit sudah lanjut usia, Kecapean kayaknya". Jawab si ustad.
"Sudah lama?" tanyaku.
"Sakitnya udah lama, tapi dibawa ke rumah sakit baru kemarin" Jawab si ustad lagi.

Aku sedikit kecewa, ternyata aku bisa nyusul Pa Imam, pas beliau sakit, jadi pantes, wajar, bisa duluan ke masjid juga, kalau beliau sehat belum tentu aku bisa mendahului beliau.

Sumber


Aku ada rencana untuk menengok beliau, semoga Pa Imam ga apa-apa, "Sembuhkan beliau ya Alloh, beliau orang baik, Amiin" do'aku dalam hati.

(bersambung)
Bekas Sujudnya Bercahaya 1
Bekas Sujudnya Bercahaya 3
Bekas Sujudnya Bercahaya 4
Bekas Sujudnya Bercahaya 5











    

| 7

Bekas Sujudnya Bercahaya 1

Seperti biasa aku telat lagi, meski sudah aku usahakan dan memasang alarm disamping tempat tidurku, bahkan aku tambah volumenya jadi 8, maksimalnya 10, beliau masih saja lebih dahulu datang, duduk di shaf paling depan. Hari-hari ini sholat subuhku aku usahakan selalu di masjid, memang butuh perjuangan yang tidak mudah untuk memulai dan menjalaninya, melawan musuh terberatku, diriku sendiri. Untuk menaklukan diriku yang malas, aku mengumpulkan amunisi berupa kata-kata motivasi dalam fikiranku, pertama;

"Sholat lebih baik dari pada tidur." 

Kata ini aku tulis dengan warna cahaya menyala di fikiranku, supaya mataku yang tidur, terusik dengan cahaya itu, mau tidak mau terbukalah mataku.

Sumber

Apa hanya cukup dengan itu? tidak aku sambung dengan yang kedua;

"Sholat sunah 2 rokaat waktu fajar lebih baik daripada dunia dan segala isinya"

Mantap ga tuh!, mana tahan, badan terasa terbakar ingin segera bangun sholat sunnah 2 rokaat, meski itu subuh yang kalau diukur suhunya bisa sampai 18 derajat, ga pengaruh, karena dibakar api semangat, malah gerah he.. he.. pengen buru-buru bangun sholat. Dunia udah ada di tangan sob.

Sumber


Buat menambah semangat supaya lebih berkobar, aku cari batu loncatan,

"Aha!"

lihat shaf paling depan ada Pa Imam, dari kemarin setiap aku datang ke masjid pasti beliau sudah ada duluan di shaf pertama. Hari berikutnya yang ketiga;

"NYUSUL PA IMAM!!!!"

Meski sampai hari ini, belum tercapai tapi aku terus berusaha, semoga suatu hari nanti, ya suatu hari nanti beliau tersusul oleh ku..  ha.. ha.. ha..

Sumber

(bersambung)
Bekas Sujudnya Bercahaya 2
Bekas Sujudnya Bercahaya 3
Bekas Sujudnya Bercahaya 4
Bekas Sujudnya Bercahaya 5






  

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isin

| 3

Permintaanku di Awal Juli 2012

Ya Alloh, aku ingin seperti bintang yang dirinya bersinar, meskipun berada dalam kegelapan pekat, berkumpul dengan bintang-bintang yang lain membentuk rasi bintang yang indah, menghiasi angkasa langitmu yang membentang luas, mengitari rembulan yang sinarnya telah sempurna karena mungkin pada saat itu waktunya bulan purnama, menanti datangnya sinar mentari yang akan menyinari dan memberikan manfaat ke segenap penjuru negri.

Sumber


Ya Alloh, KepadaMu aku menyembah dan kepadaMu aku memohon pertolongan.