Bekas Sujudnya Bercahaya 1

Seperti biasa aku telat lagi, meski sudah aku usahakan dan memasang alarm disamping tempat tidurku, bahkan aku tambah volumenya jadi 8, maksimalnya 10, beliau masih saja lebih dahulu datang, duduk di shaf paling depan. Hari-hari ini sholat subuhku aku usahakan selalu di masjid, memang butuh perjuangan yang tidak mudah untuk memulai dan menjalaninya, melawan musuh terberatku, diriku sendiri. Untuk menaklukan diriku yang malas, aku mengumpulkan amunisi berupa kata-kata motivasi dalam fikiranku, pertama;

"Sholat lebih baik dari pada tidur." 

Kata ini aku tulis dengan warna cahaya menyala di fikiranku, supaya mataku yang tidur, terusik dengan cahaya itu, mau tidak mau terbukalah mataku.

Sumber

Apa hanya cukup dengan itu? tidak aku sambung dengan yang kedua;

"Sholat sunah 2 rokaat waktu fajar lebih baik daripada dunia dan segala isinya"

Mantap ga tuh!, mana tahan, badan terasa terbakar ingin segera bangun sholat sunnah 2 rokaat, meski itu subuh yang kalau diukur suhunya bisa sampai 18 derajat, ga pengaruh, karena dibakar api semangat, malah gerah he.. he.. pengen buru-buru bangun sholat. Dunia udah ada di tangan sob.

Sumber


Buat menambah semangat supaya lebih berkobar, aku cari batu loncatan,

"Aha!"

lihat shaf paling depan ada Pa Imam, dari kemarin setiap aku datang ke masjid pasti beliau sudah ada duluan di shaf pertama. Hari berikutnya yang ketiga;

"NYUSUL PA IMAM!!!!"

Meski sampai hari ini, belum tercapai tapi aku terus berusaha, semoga suatu hari nanti, ya suatu hari nanti beliau tersusul oleh ku..  ha.. ha.. ha..

Sumber

(bersambung)
Bekas Sujudnya Bercahaya 2
Bekas Sujudnya Bercahaya 3
Bekas Sujudnya Bercahaya 4
Bekas Sujudnya Bercahaya 5






  

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isin

| 3