Kepekaan

Hari ini tak bisa dipungkiri cerah secerah mentari bersinar, tapi ada konsekuensinya udara lama kelamaan terasa panas, gerah, haus, sempurna sudah. Saatnya beli es cendol dan menyegarkan kerongkongan yang kemarau, beli disisi jalan dekat STT Telkom, sambil memandang sekitar tidak ada yang aneh. Tapi saat mulai menikmati es cendol yang berwarna hijau muda dan lembut pula, ada pemandangan yang membuat saya terenyuh, seorang bapak yang menjual agar2 dengan hanya menggunakan pikulan dan memakai sandal jepit. Sederhana penampilannya sesederhana dagangannya, kalau ditaksir kalaulah laku semuanya tidak akan lebih dari 20rb itu belum keuntungannya, kali kira2 20% jadi hanya 4000. Kelihatannya si bapak kepanasan dan dagangannya pun ikut kepanasan. saya merasa bersyukur Alhamdulillah, atas keadaan saya saat ini masih bisa menikmati es cendol disaat kepanasan ini sementara si bapak mungkin sudah kesana kemari berjualan dan belum juga habis laku terjual. Dalam hati saya mendo'akan semoga dagangan si bapak itu laku terjual atau Allah beri rizki yang lebih baik, terus terang saya belum bisa melakukan hal yang lebih baik selain mendo'akan.

Perjuangan kadang terasa berat dan selalu saja ada yang mengeluh,termasuk saya dulu, tapi sekarang saya mencoba untuk tidak mengeluh dan terus berjuang sekuat tenaga. Selalu ada yang bisa kita syukuri dalam kehidupan ini juka saja kita melatih kepekaan terhadap apa yang terjadi, ketika saya melihat bapak penjual agar2, saya menjadi berfikir kenapa saya harus mengeluh dan tidak mensyukuri kelebihan yang saya miliki dibandingkan bapak itu. bukan berarti saya merendahkan akan tetapi Allah telah memberi kelebihan kepada saya dalam hal materi, saya tidak perlu berdagang seperti si bapak, itu patut saya syukuri.

Kemudian saya juga melihat penjual bakso, yang tidak seperti biasanya, penjual bakso itu memiliki cacat fisik tangannya tidak bisa menggenggam sempurna. Dari situ saya jadi banyak istigfar karena dahulu saya selalu banyak mengeluh sementara penjual bakso itu tetap berjualan meski cacat yang dialaminya. Ampuni hamba ya Allah, yang sering berkeluh kesah.

Segala sesuatu tidak ada yang terjadi secara kebetulan, ini terjadi karena kehendak Allah, saya bersyukur masih diberi kepekaan atas apa yang terjadi dan bisa mengambil sedikit pelajaran. Semoga Allah memperbaiki amalku dan menjadikan aku pandai bersyukur.

Amiin

| 2

Tanaman Yang Terus Berbuah


Idealnya setiap tumbuhan menghasilkan buah, tapi ternyata buah yang notabene tempat cadangan makanan tanaman itu tidak harus berbentuk buah, bulat, lonjong, dan warna-warni. Maksudnya? begini, setiap tanaman memiliki ciri khas dan mereka pasti memiliki manfaat, meskipun itu seekor (emangnya ayam) rumput, setidaknya rumput yang panjang-panjang memberitahukan kalau halaman tempat tumbuh si rumput sudah lama tidak keurus. Buah bisa kita identikan manfaat. Buah yang kita kenal bisa dinikmati, dimakan langsung, dikupas, direbus, dibakar atau digoreng. Ini tidak soal rasa apakah itu manis, asem, asin, pahit. Tapi mengenai manfaat dibalik semua yang ada disekitar kita. Sudah saatnya kita rubah persepsi kita terhadap apa yang dinamakan buah, mulai sekarang buah adalah sesuatu manfaat yang bisa kita dapat dari sesuatu baik itu tanaman atau kondisi apapun.

Persepsi ini penting, sehingga kita dapat lebih mensyukuri tentang apa yang ada di sekitar kita. Setiap apapun yang ada disekitar kita akan menghasilkan buahnya, ada yang baik dan jelek. Kemudian, termasuk manusia juga akan menghasilkan buahnya, bukan hanya buah hati yang lucu, tapi buah manfaat bagi orang-orang disekitarnya. 

Seandainya saja saya bisa seperti tanaman yang terus berbuah, setidaknya jika saya tidak bisa memberi buah berupa materi, saya bisa memberi buah berupa hal lain yang bermanfaat, atau yang lain lagi, sehingga saya terus memberikan manfaat, terus dan terus..

Mungkinkah ini hanya jadi sekedar harapan?

   

Tanda - tanda

Kemarin malam Alloh SWT telah menunjukan tanda-tanda kekuasaannya, berupa gerhana bulan. Masihkah hati ini merasa besar, angkuh dan sombong. Melihat betapa besar kekuasaan-Nya, menjadikan matahari dan bulan beredar  dan menjaganya agar tetap di orbitnya. Sepantasnya kita bersyukur kepada Alloh SWT karena matahari dan bulan tetap dalam garis orbitnya. Seandainya matahari dan bulan tidak memiliki garis orbit maka sejak dari dulu bumi ini dalam kegelapan, musnah atau tinggal puing-puing.

Masihkah hati ini keras dan tak mau tunduk kepada aturan, sementara bumi ini dan segala yang dilangit, taat dan patuh kepada penciptanya, tetap pada garis orbitnya. Apakah kemilau dunia ini lebih menyilaukan mata dari pada tanda-tanda yang Alloh berikan berupa gerhana bulan yang tidak seorangpun bisa merubah garis orbitnya kecuali Alloh sendiri. Apalagi yang kita tunggu dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan segala pengetahuan kita yang hanya setetes air, dibandingkan samudera ilmu Alloh, kita beralasan dan mengeluarkan argumen-argumen yang dibuat-buat untuk menghindar dari aturan-Nya. Menghindar dari aturan Alloh berarti tidak mau taat dan akan ada konsekuensi yang mesti diterima, sejarah sudah menunjukan bahwa siapapun yang tidak mau tunduk dan taat kepada aturan-Nya akan hancur dan hanya akan jadi puing-puing sejarah. Segeralah menuju ketaatan kepada Alloh SWT yang telah menciptakan kita, matahari, bulan dan alam semesta ini.

Dapat Kemuliaan Dengan Memuliakan


Definisi mulia kadang berbeda-beda, ada yang mendefinisikan mulia itu banyak harta, punya kedudukan, dihormati banyak orang, punya prestasi. Tapi kalau kita telisik lebih dalam maka setiap orang akan sepakat, bahwa orang yang mulia adalah orang yang berakhlak luhur, baik budi pekertinya. Seperti suri tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW, siapapun yang mengetahui akhlak beliau bahkan musuhnya sekalipun, mengakui bahwa beliau orang yang mulia karena berakhlak dan berbudi baik.

Salahsatu akhlak baik adalah memuliakan orang tua kita, saudara kita, tetangga kita, tamu kita. Yang demikian telah Rasulullah contohkan dalam beberapa riwayat hadist.


Siapa yang mau hidup mulia? (Sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!, jadi kayak ke anak TK)

Mohon maaf jika ada kesalahan kata..

Terimakasih..

| 4

Setia dan Tak Bosan Selalu Mengingatkan

Salah satu nikmat yang kita harus syukuri adalah adanya teman disamping kita, dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, mereka tetap disamping kita. Tidak hanya ada, mereka juga selalu mendoakan meski sebetulnya mereka bukanlah saudara kandung kita, maka bersyukurlah kepada Allah SWT. 

Meski tidak bisa dipungkiri dalam pertemanan, kadang ada kekecewaan, namun mereka juga manusia kadang berbuat salah. Memang butuh kelapangan dada yang ekstra untuk bisa menerima kekurangan teman, namun seiring berjalannya waktu maka seakan kekurangan itu tertutupi dengan kesetiaan mereka dan tak bosannya mereka mengingatkan dikala kita lupa dan khilaf.

Apakah ada yang lebih berharga dari seorang teman yang setia dan tak bosan-bosannya mereka mengingatkan kita ketika kita lupa dan berbuat salah, yang bisa jadi kesalahan dan lupa kita bisa berakibat sangat fatal. 

Sudahkah anda mengucapkan "Alhamdulillah" atas seorang teman anda yang setia dan tak bosan mengingatkan..

| 3

Satu Hari Sillaturahmi Satu Teman


Iseng-iseng yang mungkin bermanfaat, membuat program harian Satu Hari Silaturahmi Satu Teman (SHS2T). Silaturahmi bermakna luas dan dalam, bisa bermakna menyambungkan kembali yang terputus karena aktifitas, atau menguatkan kembali ikatan yang telah ada, dengan program ini sebagai wasilah (jalan .pen) nya.

Ini adalah langkah awal yang tadi terfikirkan dan saya mulai tuangkan dalam tulisan ini. Sepertinya sangat bermanfaat jika kita sama-sama bisa menjalankannya secara rutin, selain bisa mengetahui keadaan teman, bisa menyambung kembali ikatan pertemanan, juga bisa mendapat teman baru. 

Keutamaan menyambung silaturahmi sangat banyak semoga kita termasuk yang mendapatkan keutamaan ini. Keutamaan itu salah satunya adalah mendapat kedudukan yang tersendiri di sisi Allah SWT di hari akhir kelak. 

Ayo, siapa yang mau..

| 2

Sebuah Alasan dan Seribu Argumentasi

Hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin, artinya saya dalam kerugian, semoga ini tidak berlangsung lama. Melihat ke depan kawan, ini adalah keyakinan saya, mungkin ada yang tidak setuju atau kurang setuju, saya tahu anda pasti punya alasan untuk itu. Meski bagai manapun pasti ada hal yang bisa disyukuri atas apa yang sudah kita jalani dan pasti ada hikmah di dalamnya. Anda pasti pernah menjalani aktifitas yang berat dan membuat anda merasa terhimpit dan terbebani, namun kalau kita amati ternyata itu belum menjadikan kita sampai sekarat atau malah menyebabkan meninggal dunia atau mati, justru fikiran dan perasaan kita yang membuat keadaan menjadi lebih parah, sampai-sampai menjadikan aktifitas tidak fokus, lupa makan, lupa daratan, lupa tidur, dan lupa diri.

Namun saya percaya anda tidak akan mungkin sampai pada tahap yang saya sebutkan tadi, kecuali saya, yang pernah mengalaminya. Saya berharap anda tidak akan pernah mengalaminya, dan terjauh dari hal-hal yang demikian.

Sebuah proses adalah hal yang wajar dan berbeda-beda dalam hal masanya atau waktu yang dibutuhkan, tergantung ilmu yang dimiliki dan takdir Allah SWT. Walaupun sebelum kita berharap menjadi yang ditakdirkan mungkin kita harus terlebih dahulu mencari ilmunya. Ilmu kawan, dengan ilmu kita akan bisa mempunyai kekuatan yang bisa mempercepat proses kehidupan, dan memperkuat pegangan dalam kehidupan, kita hanya butuh satu alasan yang dengan ilmu kita akan punya seribu argumentasi untuk bisa menyampaikannya. Argumentasi yang bisa mempengaruhi opini dan pandangan, memperoleh banyak pendukung dan pengikut setia.

Yakin dan selalu berserah diri..

| 0