Ketika Ujian itu datang apa yang bisa dilakukan

Mungkin akan terasa aneh buat sebahagian orang kalau kita memikirkan apa yang belum datang, belum kelihatan, belum terdengar, belum tersentuh, yang baru ada di alam mimpi. Meski ada juga seseorang yang selalu memikirkan, tapi hal-hal yang sebetulnya kurang baik untuk di fikirkan, seperti contohnya, memikirkan kemungkinan buruk tapi tidak di barengi ilmu, yang terjadi adalah ketakutan untuk melangkah maju kedepan. Langkah maju kedepan menjadi penting, mengingat waktu akan terus maju dan tak pernah surut mundur, langkah maju ini menyeluruh, seluruh aspek diri di libatkan termasuk fikiran. Sudah banyak paparan yang menjelaskan secara detail tentang kekuatan berfikir disamping kekuatan psikomotorik, contohnya tentang berfikir positif, berfikir otak kanan, bahkan sampai berfikir otak tengah.



Waktu ujian akan lebih sedikit di bandingkan waktu latihan atau persiapan, namun yang sedikit itu amat sangat menentukan masa depan, akan menjadi apa, dan akan kemana. Tidak banyak orang yang menyadari waktu yang luang adalah waktu persiapan dalam rangka menghadapi ujian-ujian, ketika waktu luang, itu berarti ujian akan datang atau segera datang, maka bersiaplah selalu. Kemampuan memikirkan akan menjadi apa dan mau kemana, memang perlu, meski masih ada yang menganggap aneh, "biarkan hidup mengalir seperti air", kata-kata itu tidaklah salah namun penempatannya haruslah sesuai.

Ketika daya fikir itu telah menembus ruang dan waktu dan disertai usaha yang konsisten, maka tunggulah waktu ujian yang akan tiba, solusi akan selalu ditemukan, keyakinan yang kuat akan terasa dalam menghadapi ujian itu. Memulai akan terasa sulit dia awal waktu, wajar, berusaha terus menerus adalah pilihan yang istimewa. Biarkan orang melihat dan kitapun melihat akan jadi apa dan mau kemana, ketika ujian itu datang dan kita memilih jalan yang terbaik..  

Visi ku boleh juga kan! dan award

Bersyukur aku telah di tempatkan di tempat yang tepat, dan memang selama ini aku selalu di tempatkanNya di tempat yang tepat, tetapi aku belum menyadarinya. Sekarang aku berada di lingkungan yang menyenangkan dan aku sudah mempunyai impian bahwa di masa depan aku akan menjadi seorang yang turut serta dalam mensukseskan pembangunan khususnya SDM (Sumber Daya Manusia). Yang diperlukan pertama-tama kemauan untuk belajar dan belajar cepat, sehingga dalam belajar bisa cepat.



Aku menyadari bahwa aku bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa, tapi yang aku inginkan adalah ku ingin berperan dalam kebersamaan untuk membangun negri yang aku cintai. Suatu saat nanti aku akan bisa menjadi seorang penguasa dan pengendali kebijakan yang akan aku arahkan untuk pembangunan. Sebutan yang aku inginkan adalah "PENGUASA BALE-BALE", he.. he.. bernarsis ria.

Di hari yang indah ini, pandi ingin memajang award dari mba anaz, Dan, ada sedikit syarat, untuk award ini


1.Memberikan award ini ke teman blogger lainnya, minimal satu orang. Hal ini akan menjadikan antar sahabat saling menyapa sehingga memberikan efek silaturahim yang memperpanjang umur, InsyaAllah.

2.Menuliskan minimal satu kalimat motivasi atau kalimat penyemangat atau nasihat yang memacu pikiran positif untuk kita semua. Boleh mengutip dari kata-kata motivator dunia ataupun dari manapun, asal disebut sumbernya ya.. Tapi kalau punya kalimat sendiri atau nasihat dari orang tua/teman/saudara yang ingin dibagi, pastinya boleh juga..

Selanjutnya pandi  berikan award ini kepada sahabat megi, sahabat kurniawan q, sahabat ahmad edi goenawan dan mungkin sahabat yang berkunjung ajah ke gubuk derita eh.. blog sederhana ini..

Berakit2 kehulu berenang2 ketepian.
Bersakit2 dahulu baru senang kemudian.
Gitu aja kok repot..


Persahabatan ini tak akan lapuk karena usia

Alangkah indah arti persahabatan yang dijalin dengan ketulusan, membuat hati ini tentram dan tenang. Mungkin terasa tenang dan tentram dan beban yang ada terasa ringan ketika berjumpa dengan sahabat tercinta. Melihat raut mukanya yang selalu ceria dan suka menghibur di kala kita sedih, kata-kata yang penuh motivasi, semakin di bayangkan semakin ingin kita bertemu. Satu atau dua jam masa berbincang-bincang begitu terasa singkat, kapan kita bertemu kembali. Bersamanya kita mencurahkan isi hati dan permasalahan, selalu saja ada solusi yang ia tawarkan dan membuat beban itu ringan.

Apa yang masih kurang ketika kita di karuniai sahabat yang tulus, berhati bersih, selalu positif thingking. Cukuplah dengan mempunyai sahabat kita merasa beruntung. Seribu sahabat masihlah kurang dan satu musuh  akan terlalu banyak, itu adalah kewajaran kita sebagai manusia. Siapa sih yang mau mempunyai musuh? tentu tidak ada kecuali seorang yang egois dan berfikiran sempit.

Menjadi manusia yang mempunyai rasa persahabatan, kehidupan akan terasa ringan, meski beban kehidupan menghimpit. Tidak ada gengsi yang berujung iri dan dengki, karena di fikirannya 'bagaimana aku bisa bermanfaat untuk sahabatku'. Kata-katanya positif, yang penuh motivasi, menyejukan dan penuh inspirasi. Membuat kita terus teringat kepadanya, merindukan saat bertemu dengannya.

Suatu saat akan ada juga saat berpisah, yang mengharukan, dan membuat kita harus berkata " Slamat tinggal.." kepada sahabat tercinta. Saat di mana perbedaan alam memisahkan, namun ikatan persahabatan akan selalu ada meski usia telah lapuk.  

Mengungkapkan Masalah Merupakan Usaha Penyelesaian

Dalam kehidupan ada siang, ada malam, ada gelap, ada cahaya, ada manis, ada pahit. Itu hal yang biasa kita rasakan, yang mungkin sering kita alami dalam kehidupan. Di sadari atau tidak kadang kita merasa bahwa ketika siang itu datang, serasa hari adalah siang, dan ketika malam datang, serasa hari adalah malam, padahal dalam satu hari itu ada siang dan ada malam. Maksudnya bahwa dalam kehidupan ini isinya bukan hanya kesenangan tapi ada juga kesedihan, dan selalu silih berganti. Yang di perlukan selanjutnya adalah kemampuan kita untuk bertahan memilih sesuatu yang terbaik, yang disertai keilmuan tentang permasalahan yang kita hadapi.



Melalui tulisan ini, yang semoga bermanfaat, ingin hanya sekedar berbagi, tentang menghadapi masalah. Masalah akan selalu datang dalam kehidupan ini, meski tak kita undang, maka tak usah mengundang masalah, masalah itu akan datang sendiri. Seorang sahabat pernah bilang kalau kita punya masalah itu wajar yang tidak wajar yang tidak punya masalah. Meski harus di lihat juga masalahnya apa dulu, kalau jatuh dilubang yang sama sih itu mah, menciptakan masalah.

Yang di rasakan bahwa untuk menyelesaikan masalah harus tau jelas apa permasalahan yang sebenarnya terjadi. Dengan mengungkapkannya kepada orang yang kita percayai dan kompeten, sebetulnya salah satu upaya penyelesaian yang paling baik dan terbukti ampuh. Berbeda dengan hanya memendamnya dalam-dalam, sendiri, di fikiran dan perasaan. Sekali lagi meski sebahagian orang sulit melakukannya, semua perlu proses lah.

Makanya, melalui tulisan ini juga, sekalian mengajak untuk bisa belajar mengungkapkan masalah sebagai salah satu upaya penyelesaian masalah. Apapun itu, pribadi (keluarga, teman sahabat), pekerjaan (profesi, partner), ekonomi (ter-favorit), sosial, budaya (kaitannya dengan sikap toleransi), hankam (masalah-nya udah gawat ini mah), dll.

Beruntung bisa menemukan tempat yang nyaman ini, blogger, sehingga kita bisa mengungkapkannya melalui tulisan atau gambar atau what ever-lah..


Begitu sajah.. mungkin sementara..
Mohon maaf apa bila ada salah-salah kata..
Bilahitaufiq wal hidayah..
Wasalaamu'alaikum..

Statment

Biasanya apa yang di fikirkan akan tidak jauh berbeda dengan perbuatan, aku merasakannya ketika fikiran kacau maka secara otomatis apa-apa yang dikerjakan ikut-ikutan kacau. ketika aku memulai tulisan ini fikiranku kosong, menulis apa yang melintas, kejadian-kejadian, informasi-informasi, statment-statment, omelan-omelan, alasan-alasan, yang aku terima dari semenjak bangun tidur sampai detik-detik ini. Aku mencoba menuangkannya dalam postingan hari ini, yang semoga bermanfaat.



Bermula dari sikap egoisme dan berfikir sempit, akan terus terjadi kezaliman-kezaliman diantara manusia. Itu yang mungkin aku saksikan dalam berita di TV, ketika si pelayan rakyat menzalimi tuannya. Sikap malu tidak ada lagi, yang berbicara ego diri, sungguh menjijikan. Barulah ketika sang pelayan yang lebih senior menegur, sekonyong-koyongnya si pelayanpun datang pada tuannya dan meminta maaf sembari membawa ajakan supaya bersama-sama membangun, "kalau bukan kita siapa lagi!" katanya. Manusia macam apakah dia?



Aku tidak ingin tenggelam dalam arus fikiran negatif, beraroma kebencian. Hanya dengan rasa cintalah bumi ini diciptakan dan tumbuh. Bukan berarti aku tidak peduli, tapi lebih kepada ingin menjadi orang yang pertengahan, tidak jadi penghujat, meski sekali-kali perlu juga dihujat.


Aku mengikuti arus fikiranku, percayalah aku mengikutinya dengan kacamata positif. Setiap segala sesuatu berproses, semoga negri ini semakin lebih baik, dengan adanya pembenahan-pembenahan.



Harapan itu masih ada..

Jadillah Sahabatku

Pertama-tama mungkin di hari yang baru ini aku sepantasnya bersyukur atas anugerah yang tak ternilai yaitu kehidupan ini. Serta kemudahan yang diberikan, bernafas dengan lancar tidak batuk-batuk, melihat dengan jelas tidak rabun, mendengar dengan jelas juga tidak budeg, dan kaki yang bisa berjalan dengan baik tidak pake kursi roda. Kepada gusti Allah kiranya segala rasa syukur ini aku panjatkan. Semoga gusti Allah berkenan dan menambah anugerahNya kepada diriku.

Gunanya sahabat menurut aku adalah tempat berbagi bukan hanya masalah tapi solusi juga. Menasehati ketika aku melakukan kesalahan dan memberikan solusi terbaik. Dalam persahabatan ini memang akan berproses, dan memang harus ada keinginan (will), komitmen, dalam menjalin persahabatan. Sehingga match, dan tidak miss.

Aku meyakini dan sekarang masih meyakini untuk hidup dalam kehidupan ini tidak bisa sendirian, dalam artian aku membutuhkan bantuan orang lain. Maka sewajarnya kalau aku punya keinginan untuk menjalin persahabatan dengan setiap orang yang aku temui. Salah satu caranya dengan media blogger ini, aku ingin memanfaatkannya untuk sarana menjalin persahabatan.

Semoga ngak terlalu berlebihan kiranya kalau aku mengatakan "jadilah sahabatku" kepada teman-teman blogger yang secara tidak sengaja datang ke blog sederhana ini. Dan tak lupa juga aku ucapkan terimakasih atas info, sharing, news, comment, yang aku dapat dari sahabat blog yang dengan free berbagi.

Terus terang postingan ini terinspirasi dari tulisannya bang munir, kepada bang munir aku haturkan terimakasih atas inspirasinya.

Jadilah sahabatKu, :)

Plin-Plan

Seorang teman pernah mengataiku "plin-plan". Awalnya mungkin aku tidak menerimanya, tapi kenyataan berkata lain, memang bener juga. Predikat baru harus aku terima dengan berat hati, karena plin-plan terkesan jelek menurut aku. Habis siapa suruh pilih A ganti pilih lagi B terus pilih lagi A. Itulah Plin-plan kawan.

kata plin-plan mungkin ada baru-baru ini lahir atau sama lahirnya bareng dengan kata ragu-ragu. Soalnya kedua kata ini mirip, sebelas duabelas, kembar siam. Bedanya hanya dari awalannya p dan r .

Sikap plin-plan memang wajar ketika kita belum tahu ilmunya, namun mungkin itulah mengapa sesuatu yang meragukan dalam islam supaya dijauhi/ jangan dulu ambil keputusan. Makanya aku sekarang berusaha kalau mau memilih gak asal-asalan harus tau ilmunya dulu, barulah memilih.

Semoga saja predikat ini cepat-cepat lepas dari diriku ini, harus ada usaha yang sungguh-sungguh nich..
Bismillah..

Bersyukur ajah

Fikiran ini kadang di tumbuhi fikiran-fikiran buruk yang bikin otak overload jadi gak bisa berfikir jernih. Banyak sesuatu yang baik, yang bisa di fikirkansebetulnya, sehingga meringankan beban otak bahkan membuat kita bersyukur. Efeknya bisa bikin kita tersenyum dan merasa beruntung di beri kesempatan merasakan kehidupan ini.

Menangkap Makna

Kejadian Demi kejadian adalah isyarat
Maha halus tak bisa diterka
Mampukah Aku menangkapnya
Kemanakah akan Aku melangkah
Menjadi manusia seutuhnya
Keputus asaan menghadang
Kefakiran mendera jasad
Melangkah segan
BerKM-KM jarak ditempuh
Mampukah aku menangkap panorama
yang terlintas sepanjang jalankehidupan ini
atau aku hanya akan tertidur panjang mendengkur..

Pandi lagi duduk terpekur..
Selamat menangkap makna dalam hidup masing-masing..

Adat

Kalau di teliti di setiap tempat pasti ada yang namanya adat kebiasaan, yang karena sudah lamanya berlaku, secara otomatis kalau ada yang ngak melakukan adat itu, dianggap orang asing (alien). Maka jalan keluarnya biar tidak dianggap alien, mesti mengikuti adat. Seperti di blogger sudah jadi adat kebiasaan kalau yang berkunjung maka kunjung balik, atau link juga link balik, kirim award, komentar.

Hidup di alam juga mestinya ada adat kebiasaan, yang mana adat itu berfungsi untuk menjaga kelangsungannya. Jadi kalau ada sesuatu terjadi di alam, bisa di duga ada adat yang bisa jadi dilanggar, dan alam bereaksi.

Dalam keseharian pun, dalam pergaulan, seorang akan menghargai dan perhatian ketika kita menghargai dan perhatian dengan adat kebiasaannya.

Sejauh mana kita menghargai dan memperhatikan adat kebiasaan di alam kehidupan ini..