Statment

Biasanya apa yang di fikirkan akan tidak jauh berbeda dengan perbuatan, aku merasakannya ketika fikiran kacau maka secara otomatis apa-apa yang dikerjakan ikut-ikutan kacau. ketika aku memulai tulisan ini fikiranku kosong, menulis apa yang melintas, kejadian-kejadian, informasi-informasi, statment-statment, omelan-omelan, alasan-alasan, yang aku terima dari semenjak bangun tidur sampai detik-detik ini. Aku mencoba menuangkannya dalam postingan hari ini, yang semoga bermanfaat.



Bermula dari sikap egoisme dan berfikir sempit, akan terus terjadi kezaliman-kezaliman diantara manusia. Itu yang mungkin aku saksikan dalam berita di TV, ketika si pelayan rakyat menzalimi tuannya. Sikap malu tidak ada lagi, yang berbicara ego diri, sungguh menjijikan. Barulah ketika sang pelayan yang lebih senior menegur, sekonyong-koyongnya si pelayanpun datang pada tuannya dan meminta maaf sembari membawa ajakan supaya bersama-sama membangun, "kalau bukan kita siapa lagi!" katanya. Manusia macam apakah dia?



Aku tidak ingin tenggelam dalam arus fikiran negatif, beraroma kebencian. Hanya dengan rasa cintalah bumi ini diciptakan dan tumbuh. Bukan berarti aku tidak peduli, tapi lebih kepada ingin menjadi orang yang pertengahan, tidak jadi penghujat, meski sekali-kali perlu juga dihujat.


Aku mengikuti arus fikiranku, percayalah aku mengikutinya dengan kacamata positif. Setiap segala sesuatu berproses, semoga negri ini semakin lebih baik, dengan adanya pembenahan-pembenahan.



Harapan itu masih ada..