Belum..

Waktu bergulir begitu cepat dan tak terasa membuat perasaan kadang terkaget-kaget. Tapi bukan saatnya lagi kaget soalnya ini eranya berlomba-lomba dalam kebaikan, kemajuan, dan peningkatan dalam kehidupan. Zaman dahulu sampai zaman sekarang waktu menjadi aset yang mahal bagi mereka yang punya mimpi dan cita-cita.

Mereka yang masih berusaha dan merasa penasaran kapan cita-cita kesampaian? si waktu dengan bijak menjawab "Belum". Ada jalan-jalan yang mereka ambil dalam mensikapi jawaban si waktu,

Pertama, Terus berusaha dan bersabar mengisi penantian mereka dengan sikap positif, menganggap memang benar jawaban "Belum" si waktu lalu menyempurnakan kerja-kerja mereka dengan lebih baik lagi. Pelan namun pasti keadaan berubah, waktu kesuksesan mendekat dan menyapa.

Kedua, Melihat orang didekatnya dan menggerutu dalam hati "Gara-gara dia saya tidak juga sukses", Menyalahkan orang dan keadaan yang ada, kemudian sibuk dengan menggerutui nasib yang menimpa mereka. Keadaan mereka sungguh memprihatinkan.

Ketiga, Tertunduk lesu dan mendesah "Aku orang yang gagal", putus asa dan mereka tenggelam dalam penyesalan yang dalam, keseharian mereka hanya meretapi nasib. Semoga mereka segera memperoleh petunjuk.

Memang setiap orang hanya berhak dengan jatah 24 jam saja, namun cara dan hasilnya kadang berbeda satu sama lain, bagi mereka yang berusaha, sabar dan berbaik sangka, akan ada saatnya waktu menjawab "Ya" bagi segala cita-cita dan harapannya.

| 2

Karunia Alloh

Hari ini bisa jadi kebalikan dari hari kemarin dan kemungkinan besok juga kebalikan dari hari ini. Kalau hari ini kita bisa mendapatkan hasil yang baik, bisa jadi besok hasilnya buruk, Tapi kita diberi oleh Alloh, akal, fikiran, dan hati, untuk mengatur keadaan sehingga kita bisa menyikapinya dengan baik dan mengambil pelajaran. Seperti pergiliran siang dan malam, atau sebuah roda, atau amplitudo yang memiliki jarak naik dan turun.

Ada saatnya naik dan ada saatnya turun, saat naik bisa kita artikan semua berjalan dengan baik dan saat turun bisa kita artikan semua berjalan tidak sesuai harapan. Kita dituntut untuk memaksimalkan karunia akal, fikiran, dan hati kita untuk membuat keadaan itu baik semampu kita. Jangan sampai ketika turun itu berterusan, karena kita keburu putus asa untuk bangkit, maka manfaatkan semaksimal mungkin karunia yang Alloh berikan.

| 0

Entahlah..

Mereka ngobrol dengan bahasa yang aneh, dua perempuan, waktu saya naik angkot pulang kerumah, sambil ketawa-ketiwi mereka asyik ngobrol, saya menjadi bertanya2 apa Bahasa Indonesia sudah mulai ditinggalkan. Kalau pada masa sumpah pemuda bahasa untuk mempersatukan para pemuda masa itu adalah bahasa indonesia, maka bagaimana dengan hari ini?

Ah.. mungkin cara berfikir saya terlalu kejauhan. Setelah beberapa waktu mendengar ternyata saya mulai mengerti mereka bicara nihongo (bahasa jepang), bahasa negara yang pernah menjajah 32 tahun lamanya negri ini, seingat saya menurut buku sejarah kemerdekaan begitu. Tapi asyik juga mendengar cuap2 bahasa negri orang, tidak perlu jauh2 pergi ke jepang ternyata di anggkot juga ada.

Turun dari angkot saya masih asyik dengan fikiran saya, emang bahasa kadang begitu unik, dan kadang penuh teka-teki bagi yang baru mendengarnya, mereka yang ngobrol asyik dengan pembicaraanya dan yang mendengarkan asyik menduga2 arti ucapan itu dari ekspresi muka yang ngobrol. Belakangan saya ragu2 apa benar saya tertarik apa yang mereka bicarakan atau saya asyik melihat kedua perempuan itu ya? memang bukan orang jepang, orang indonesia pastinya, tapi cantik. Entahlah..

Keutamaan Musim

Segala sesuatu Alloh ciptakan dengan ukurannya, yakinlah kalau memang kita ingin kebaikan lakukan yang terbaik dan syukuri yang sudah diusahakan, meski bagaimanapun, segala sesuatu tidak bisa melampaui kehendakNya. Kalau musim ini adalah musim kemarau maka semaksimal mungkin kita menyiapkan air sehingga cukup untuk kebutuhan kita sehari hari, kalaupun kehabisan maka sebaiknya mencari sumber air dengan sungguh2 maka semoga kita memperoleh hasil yang terbaik.

| 0