Entahlah..

Mereka ngobrol dengan bahasa yang aneh, dua perempuan, waktu saya naik angkot pulang kerumah, sambil ketawa-ketiwi mereka asyik ngobrol, saya menjadi bertanya2 apa Bahasa Indonesia sudah mulai ditinggalkan. Kalau pada masa sumpah pemuda bahasa untuk mempersatukan para pemuda masa itu adalah bahasa indonesia, maka bagaimana dengan hari ini?

Ah.. mungkin cara berfikir saya terlalu kejauhan. Setelah beberapa waktu mendengar ternyata saya mulai mengerti mereka bicara nihongo (bahasa jepang), bahasa negara yang pernah menjajah 32 tahun lamanya negri ini, seingat saya menurut buku sejarah kemerdekaan begitu. Tapi asyik juga mendengar cuap2 bahasa negri orang, tidak perlu jauh2 pergi ke jepang ternyata di anggkot juga ada.

Turun dari angkot saya masih asyik dengan fikiran saya, emang bahasa kadang begitu unik, dan kadang penuh teka-teki bagi yang baru mendengarnya, mereka yang ngobrol asyik dengan pembicaraanya dan yang mendengarkan asyik menduga2 arti ucapan itu dari ekspresi muka yang ngobrol. Belakangan saya ragu2 apa benar saya tertarik apa yang mereka bicarakan atau saya asyik melihat kedua perempuan itu ya? memang bukan orang jepang, orang indonesia pastinya, tapi cantik. Entahlah..