Antusias eps. 3


Ada 3 sikap yang bisa kita pilih saat menghadapi kegagalan, pertama, sikap menyerah, berhenti berusaha, menjauh sejauh-jauhnya, berputus asa untuk mencoba, berharap kegagalan tidak terjadi lagi padahal kegagalan pasti dialami siapa saja tanpa terkecuali.

kedua, sikap diam, menunggu sambil berharap ada solusi dari kegagalan atau bantuan orang lain, mengamankan diri dari kegagalan dengan cara diam menunggu bantuan.

ketiga, sikap pejuang, berusaha secara terus menerus tanpa kenal lelah dalam kesendirian atau bersama-sama, ada bantuan atau tidak dari orang lain tidak mereka terus berjuang.

Antusias eps.1
Antusias eps.2

| 0

Antusias eps. 2

kesabaran orang pasti ada batasnya, karena hal ini ketika ada orang yang bersabar tanpa batas maka orang ini dianggap luarbiasa. kesabaran yang berbatas dianggap biasa, lumrah, wajar.

kesabaran bukan faktor bakat tapi latihan, karena kesabaran bisa bertingkat-tingkat tergantung ilmu dan pengalaman. masalah bisa dijadikan latihan untuk menambah tingkat kesabaran, karena masalah pasti akan berakhir tapi dari masalah itu apa tingkat kesabaran kita naik atau turun.

"sesungguhnya Alloh beserta orang yang sabar", bersabarlah untuk meraih kebersamaan dengan Alloh, bersabar dengan menjalani kehidupan selangkah demi selangkah.

Antusias eps. 1

| 0

Antusias eps. 1


semua ada hikmahnya, tapi jika hikmah itu tidak diperhatikan maka semua tidak ada artinya. semua jadi sia-sia, lempeng-lempeng, biasa, membosankan, karena sisi luarbiasa dan istimewa kita abaikan. kehidupan ini tidak diciptakan hanya untuk main-main, hal ini perlu difahami, diresapi, pasti  ada hikmah, hal luarbiasa dan istimewa dalam kehidupan.

kehidupan kita tidak selamanya berjalan lancar, baik dan menyenangkan. tapi kehidupan juga tidak selamanya berjalan buruk. hal yang unik, luarbiasa, istimewa, tidak akan membosankan dan penuh tantangan. jadi jalani hidup dengan penuh antusias.

terakhir, memang hal menyakitkan membuat kita jadi waspada yang kadang berlebihan bahkan jadi dendam karena ada orang yang menjadi penyebabnya. coba lapangkan dada, sediakan ruangan dalam diri untuk tempat orang-orang yang pernah menyakiti kita kemudian dipintu masuk kita tempel tulisan aku telah memaafkan mereka. bagaimanapun kita juga pernah menyakiti, disadari atau tidak disadari, maafkan mereka yang pernah menyakiti kita sebagai mana kita mau dimaafkan ketika bersalah.

| 0

Akal yang sakit

Jika ada yang terpaksa memasak bangkai untuk mengganjal perut, menggodok batu supaya seakan-akan di dapur masih tersedia makanan, itu berarti di sana ada yang kesusahan, kebingungan, dan lapar.

Siapa yang tidak tergerak hati jika melihat kondisi seperti diatas, pasti kita tergerak hati untuk membantu memberi makanan alakadarnya berupa nasi atau beras dan lauk pauk. Tapi jika ada yang hanya tergerak hanya untuk mendoakan saja padahal dia mampu memberikan bantuan langsung maka akalnya sakit.

| 0

Moral yang sakit

Jika ada kejadian yang memilukan pasti kita akan sedih melihatnya, sebagian orang mengirim do'a, sebagian lagi mengirim bantuan materi, sebagian mendatangi duduk disamping mereka yang terkena musibah. Kita tinggal memilih mau diposisi yang mana.


Yang menyedihkan kita tidak diposisi manapun alias diam seribu bahasa, ini menunjukan moral kita sakit. 

| 2