Mimpi Yang Membawa Kenyataan

Salahkah kalau kita bermimpi hal yang mustahil saat ini, tapi akan bisa saja terjadi di masa yang akan datang? Pertanyaan ini menjadikan saya semangat untuk bermimpi, biarlah saat ini saya dalam keadaan susah, namun saya jangan menyia-nyiakan kemampuan diri yang Allah karuniakan,salah satunya adalah kemampuan melihat masa depan dengan cara bermimpi, menjadi apakah kita setahun, atau sepuluh tahun kemudian.
Salah satu cara mensyukuri nikmat kehidupan adalah dengan tidak berhenti bermimpi untuk menjadi lebih baik dalam kehidupan ini. Para tokoh di dunia ini telah membuktikannya, dan kita dapat melihat buktinya. Banyaklah tokoh yang membuktikannya, andapun bisa membuktikannya dalam kehidupan anda pribadi.
Saya mulai bermimpi, akan menjadi apa setahun atau sepuluh tahun di masa akan datang, saya akan menjadi seorang ilmuan dalam bidang teknologi informasi, ilmu saya dapat di rasakan manfaatnya oleh banyak orang. Selanjutnya saya bisa keliling dunia, menghampiri belahan dunia timur, belahan dunia barat, belahan dunia utara, dan belahan dunia selatan. Masih berupa mimpi, namun saya bersyukur masih mempunyai mimpi, semoga Allah memberi kekuatan mewujudkan mimpi saya.
 

| 0

Ironi

Ada orang sakit karena kelaparan atau busung lapar (kurang asupan gizi), ada yang sakit karena kekenyangan makan (sehabis pesta besar-besaran). Ada orang yang pusing karena memikirkan kemiskinannya (Hutang, dan makan), ada juga yang pusing karena memikirkan kekayaanya (Harta, dan agar tetap berkuasa).

| 0

Lintasan fikiran

Seorang teman pernah bertanya, apa tugas kita di bumi ini, ada perasaan kalau pertanyaan ini hanya untuk mengetes. Saya mulai menjawab sekenanya, beribadah kepada Allah, berbuat baik, menyambungkan tali silaturahmi, berbakti kepada orang tua, berinfaq dan berzakat. Mendengar jawaban saya, teman saya menjawab "Bukan itu yang saya maksud, ayo apalagi", "Saya nyerah!" ucap saya, terus terang saya ingin langsung saja, sebenarnya apa yang dia maksud atau sebenarnya saya memang belum tahu.. "Khalifah fil ardh, pemimpin di muka bumi, setiap kita adalah pemimpin!".

Iya juga, mungkin Allah ingin saya kembali mengingat, apa yang pernah di baca atau di dengar, tentang kepemimpinan. Setiap diri adalah pemimpin dan akan di minta pertanggungjawaban atas apa yang di pimpinnya. Sesungguhnya Pendengaran, penglihatan, dan hati akan di minta pertanggungjawabanya. Saya jadi terfikir apakah apa yang saya fikirkan akan juga di minta pertanggungjawabannya, seandainya benar maka saya harus memulai mengatur lintasan fikiran yang selalu berkelebat yang setiap harinya tak terhitung banyaknya.

" Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk mengatur lintasan fikiran yang senantiasa berkelebat tak terhitung banyaknya, cenderungkan fikiran hamba kepada hal yang baik-baik saja, apalagi sekarang bulan Ramadhan, Syahrussiam, berikan hamba kekuatan!"
Bismillah..