Mulai Dengan Doa

Aku bingung, banyak sekali keinginan yang muncul di dalam hati, ingin A, B, C, dan seterusnya. Bingung soalnya banyak yang diinginkan sementara kepala ini cuma satu (mikirin yang mana dulu nih), tangan cuma dua (ngerjain yang mana dulu nih), dan kaki cuma dua (jalanin yang mana dulu nih). Kadang saking bingungnya pas hari itu ngga ada yang beres, nol, hari itu berlalu dengan kebingungan. Bagi sahabat yang sama-sama pernah merasakan bingung atau sedang merasakannya saat ini, tos dulu, berarti kita senasib sepenaggungan (halah, ga penting banget). Dalam keadaan pasrah, karena bingung, aku cuma bisa diam, hari itu banyak diamnya, pokoknya tidak produktif, statis, beku.

sumber

Hari berikutnya, aku putuskan mengerjakan apa yang ada, yang ada A aku kerjakan yang A, yang ada B aku kerjakan yang B, ga ada pertimbangan yang lain, life must go on katanya, maju aja deh gimana nanti aja. Satu saat, mungkin ini sudah Alloh takdirkan sebagai awal aku harus mendekat kepadaNya, suatu subuh aku terbangun, mendengar suara TV, rupanya dari malam TV lupa dimatikan, pas subuh itu ada tausyiah seorang ustad, intinya begini "Kalau ada keinginan mulailah dengan doa, kemudian ikhtiar, dan serahin deh hasilnya ke Alloh, karena Alloh akan memberikan kita yang terbaik".

Mulai dengan doa, bener juga ya, Alloh adalah Tuhanku dan kita semua, yang maha pengasih dan penyayang hamba-hambaNya, kalau ada keinginan sampaikan ke Alloh, mohon kekuatan, kelancaran, supaya segala keinginan kita tercapai, kemudian mulailah bekerja, ikhtiar semampu, sekuat yang kita bisa (ciat-ciat, keluarkan jurus-jurus), sudah begitu tawakal (sebagai jurus terakhir), hasil biar Alloh yang menentukan, hasil baik atau jelek, itulah yang terbaik.

Beda benar-benar beda sodara-sodara, memulai dengan Doa dalam mewujudkan keinginan dibanding ikhtiar saja tanpa doa, setidaknya itu yang aku rasakan. Semangatnya menjadi lebih kuat, fikiran lebih fresh, Kerja jadi lebih teratur, dan hasilnya jadi lebih baik. Buktikan deh.