Someone Inside Me



"what do you feel today?"
"I'm fine" jawabku.
Setiap kali dia selalu bertanya, pada awalnya aku tak menjawabnya, bahkan tak menyadarinya. Sungguh aneh ada suara tapi tak kasat mata, tak kelihatan, disinilah terlihat betapa lemah manusia itu terhadap sesuatu hal yang gaib. Tak banyak orang yang mengetahui tentang alam gaib, lebih sedikit lagi pengetahuan manusia tentang alam gaib karena lebih banyak bersandar kepada 'Katanya', 'Biasanya', 'menurut cerita'. 'konon katanya'.
"Very very fine" jawabku suatu hari, saat itu kondusif, aku lagi semangat.
"Not very well" jawabku suatu hari, ketika futur, aku tak lagi mood, kurang semangat.
Sejauh ini dia selalu menanyakan keadaanku, memotivasiku, memberi solusi, jadi tak perlu khawatir fikirku. Dikala sedang bingung sendirian, dia selalu jadi tempat bertanya dan dia selalu memberi jawaban yang solutif. Dia memberiku dorongan untuk berbuat baik, mengingatkanku ketika akan berbuat salah.
"Very good"
"Don't do it, that is mistake"
"Yes, I see, Isee" jawabku ketika aku sepakat.
"Not yet" jawabku suatu kali aku tak sepakat, kadang ku fikir dia terlalu banyak mengatur. Siap dia?, berani-beraninya dia mengatur hidupku, sok tahu!.
Keadaan kami selalu silih berganti, kadang akur, kadang tak karuan ketika perbedaan tak bisa terelakan. Tapi entah kenapa dia begitu sabar, selalu mengingatkan, dan memberi dukungan, selalu. Akhirnya aku sadari, seharusnya aku berterima kasih ketika dia mengingatkanku tentang bahwa sesuatu itu salah, aku tak seharusnya egois, mementingkan diri sendiri. Berterimakasih atas seorang yang selalu mengingatkan aku untuk selalu berbuat baik, dan yang terbaik. Berterima kasih.
"For who?"
Sejenak aku berfikir,
"Alhamdulillah"
Lalu kudengar dia berkata,
"Good, very good"

| 3