Hasbiyallah



Hanya satu kata yang terucap “Hasbiyallah” cukuplah Allah. Dalam hidup yang banyak orang menilainya dengan materi, hedonis. Apakah masih relevan sebuah kata “cukuplah Allah”?. Kebutuhan perut mengalahkan keyakinan, apa dengan percaya pada Allah, perut jadi kenyang?. Kepercayaan adalah energy bagi siapapun yang yakin, meski keraguan kadang datang, tak jadi soal ketika rasa percaya terus dipelihara. Dalam islam diperintahkan mengingat Allah 5kali dalam sehari, ini adalah sarana untuk memelihara kepercayaan kepada Allah. Meski bukan hanya itu, dalam aktifitas keseharian dalam islam membimbing untuk terus melafazkan asmaNya. Semakin kokohlah kepercayaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dimulai dengan sedekah, telah banyak kesaksian bahwa dengan memberi sedekah harta semakin bertambah dan berkah. Ditengah himpitan ekonomi, ada perintah sedekah dalam islam, apa kita masih ragu. Sedang Allah menjanjikan bertambahnya harta dan keberkahan. “Manusia yang terbaik diantara kalian adalah yang bermanfaat bagi manusia lainya” sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Diwaktu keputus asa-an melanda diri, apakah akan mampu menghadapi himpitan ekonomi, datang perintah sedekah. Kembalilah kepada kepercayaan, Allah atau logika manusia yang terbatas.
Kehidupan tak lepas dari permasalahan, ekonomi, social, politik, keamanan. “Hidup adalah permasalahan” kata orang. Maka untuk apa hidup?, sebahagian orang membunuh dirinya sendiri hanya karena putus asa mencari solusi. Yang paling luarbiasa ada orang yang bermodalkan keyakinan dan keberanian, menjadi pemenang dalam hidup, dia mempunyai derajat tinggi dimata orang lain, semua orang angkat topi, bagi yang punya topi. “yakin dan beristiqamahlah” sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam. Dalam islam hidup adalah ujian, yang menanti setelah ujian itu balasan yang baik2 yaitu syurga bagi yang melewatinya dengan baik. Istiqamah, gigih dalam berusaha, jadi hal paling sulit, karena rintangan yang menghadang. Namun, hanya keyakinanlah yang akan menentukannya.
Hidup selayaknya dinikmati hingga akhir, sabar karena yakin akan ada kebaikan setelah permasalahan. “Sungguh dalam setiap kesulitan ada kemudahan” firman Allah, kalimat ini 2kali diulang dalam firmanya. Apakah masih ragu? Allah meyakinkan, apakah kita masih ragu?
Terserah, tak ada paksaan dalam islam, Allah pun tidah memaksa, Rasulullah pun juga. Keyakinan kita akan membentuk diri, jadi apakah diri ini?. Meski apapun yang terjadi tidak ada tempat lain yang bisa jadi tempat kembali selain kepada Allah. Allah tempat kembali, cukuplah Allah.
Hasbiyallah

| 6