Yang Ingin Dicintai (YID)


Cinta, sampai hari akhir mungkin tak akan habis-habisnya dibahas, entah sudah berapa banyak kata2 yang dirangkai, seperti karangan bunga yang bermacam2 bentuk dan wanginya, banyak macamnya, tapi satu hal cinta itu selalu membuat bahagia. Bahagia ketika bersama, bahagia ketika mengingatnya, bahagia ketika bertemu setelah sekian lama tak berjumpa. Mungkin akan terlihat lebay ketika orang membahas cinta, itulah fitroh manusia ketika virus cinta telah merasuk kedalam rongga dada, kadang2 mereka menjadi aneh, tapi nyata. Memang aneh dan membuat takjub, betapa sang pencipta cinta merancang dengan sistematis dan begitu rumitnya sehingga rasa itu bisa merasuk ke dalam hati siapa saja, bahkan untuk binatang buas sekalipun.

Ah, sudahlah, seperti diawal memang tak akan habis kata kalau bicara cinta dan itu sudah sama2 dimaklumi. Sekarang, mungkin ada satu hal yang didambakan setiap orang yaitu ingin dicintai, terlepas sekarang mungkin ada orang yang sudah merasa dicintai, minimal oleh ibunya tercinta yang sudah melahirkannya, atau saudara, sahabat, teman, what ever. Orang yang dicintai dipastikan akan bahagia, kalau tidak bahagia pasti ada yang salah dengan cara mengungkapkan cinta itu, atau yang dicintai salah memahaminya. Sudah banyak contoh orang melakukan hal aneh, tapi kita bisa fahami kalau tujuannya tiada lain tiada bukan hanya supaya untuk dapat dicintai.

Adakah yang berfikiran sama dengan saya? kalau dicintai seseorang saja begitu menyenangkan dan membuat bahagia, bagaimana kalau kita dicintai yang menciptakan seseorang itu, maksud saya yang menciptakan dalam artian sebenarnya yaitu Alloh SWT, bukan Ibunya yang melahirkannya. Pasti akan begitu luarbiasa kebahagiaan yang kita rasakan, setujukan?.

Tapi ada yang justru tersiksa karena dicintai, bagaimana jadinya?. Pasti ada yang salah dan harus diluruskan, dari yang dicintai dan yang mencintai, disamakan dulu persepsinya mungkin itu bisa jadi langkah yang tepat untuk penyelesaian. Kalau sudah berbeda persepsinya dan tidak bisa disamakan sudah waktunya menentukan pilihan.

Tulisan sederhana ini hanya sebuah lintasan fikiran saya yang tidak berarti, semoga ada manfaatnya.

Salam silaturahmi saja..

| 0