Semangat Perjuangan

Rehat dulu sejenak, tak terasa aku nulis cerita Bekas Sujudnya Bercahaya sudah  part 5, sebagai pemula aku merasa ternyata bisa juga ya aku berani-beraninya menulis cerita dengan satu judul sampe part 5, pasti deh yang baca sudah bosen, "Ini lagi ini lagi judulnya", apa lagi yang nulisnya sob, lebih-lebih. Tapi  kenapa juga harus judulnya sama?, ya, cuma ingin ngasih tau kalau ceritanya nyambung aja gitu. 

Di bulan agustus ini ada semangat, ya, ada semangat yang ingin aku jalankan di setiap harinya di bulan ini, semangat perjuangan, bulan ini ada sebuah momentum yang selalu diperingati bangsa ini yaitu hari kemerdekaan, pada hari itu bangsa Indonesia bersatu untuk sama-sama berjuang untuk merdeka lepas dari belenggu penjajahan. Yang Alhamdulillah, di bulan agustus itu Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, yang kemudian hari itu dikenal dengan hari proklamasi kemerdekaan.

Setiap hal butuh perjuangan, sampai hal sekecil apapun sebetulnya butuh perjuangan, saat makan, apa lagi saat makan makanan bikinan ibu kita, orang tua kita, yang rasanya ternyata kurang enak, tapi demi menghargai kasih sayang beliau, kita berjuang untuk menghabiskannya, dan akhirnya bisa habis juga, terus dengan senyum manis kita ngomong ke ibu kita "Enak bu!", "Nanti ibu bikinkan lagi ya!" balas si ibu, polos. Itu kan boong, ya emang boong, tapi boong untuk kebaikan, menyenangkan hati ibu kita, meski kita menderita, tapi tidak sebanding dengan derita ibu kita saat melahirkan kita. Tetap berjuang saudara-saudara.

Satu pesan inti yang aku ingin bagi dalam tulisan ini, ini penting karena jangan sampai kita putus asa dalam hidup, coba bayangkan, bagaimana jadinya kalau bangsa ini putus asa untuk bisa merdeka, maka hari kemerdekaan tentu bukan lagi di bulan ini, bulan agustus. Karena itu tetap berjuanglah, gelorakan selalu semangat perjuangan mu.   

sumber
Ramadhan tinggal 15 hari lagi saudar-saudara, manfaatkan semaksimal mungkin ya, nanti siapa tau di sepuluh hari terakhir kita dapat lailatulqodar, amiin.