Bapa dan Kopinya

Minum kopi jadi kebiasaan bapaku dari dulu sampai sekarang, kalau bertemu beliau di pagi atau sore hari pastilah disampingnya ada segelas kopi. Entah kenapa beliau begitu sukanya dengan kopi hingga ungkapan dimana ada gula di situ ada semut bisa di terapkan disini, jadi dimana ada bapa di pagi atau sore hari disitu juga ada segelas kopi.

Ternyata ada beberapa manfaat minum kopi, menurut Harvard Women’s Health, konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis), penyakit jantung serta menghambat penurunan daya kognitif otak.

Namun ada juga beberapa ancaman jika mengonsumsi kopi berlebihan, Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu. Kafein mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Bagi kebanyakan orang, minum dua sampai tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif. Meminum kopi dengan frekuensi lebih dari itu bisa menimbulkan jantung berdebar-debar, sulit tidur, kepala pusing dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, bagi mereka yang mengkonsumsi kopi agar tidak mengantuk–misalnya karena kekurangan tidur– disarankan agar konsumsinya disebar sepanjang hari.

Mungkin bapakku tidak perlu tahu juga manfaat dan ancaman minum kopi, beliau sudahlah tentu tahu dengan otomatis karena jam terbang minum kopinya berbilang tahun, karena itu saat ini cuma di dua waktu saja beliau ditemani segelas kopi.

Sumber
Kalimat yang selalu aku ulangi, ketika mengingat bapa dan kopinya:
 
"Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa" (Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara / mendidikku sewaktu aku kecil).

# Mendengarkan Ceramah Ustad

| 9