Buta, Tuli, Bisu

Seorang buta yang berjalan2 di jalanan akan sangat terbantu ketika ada orang yang membantunya dengan menuntunnya. Seorang tuli yang kebelet dan sedang mencari wc akan sangat terbantu dengan memberikan isyarat atau tulisan yang memberitahukan wc ada di dekat mushola. Seorang bisu yang ingin ke kantor pos akan terbantu ketika kita memahami bahasa isyarat dan memberi isyarat agar berjalan lurus 100 m ke depan.
Kalau di ibaratkan sebuah masyarakat yang heterogen, akan kita temukan di dalamnya orang yang memiliki kesempurnaan jasad tetapi pada hakikatnya diantara mereka ada yang buta, tuli, dan bisu. Ketika ada plang yang tertulis buanglah sampah pada tempatnnya maka mereka yang membuang sampah tidak pada tempatnya adalah buta. Ketika ada orang yang dihimbau membuang sampah pada tempatnya tetap membuang sampah sembarangan maka dia adalah tuli. ketika ada orang yang diam saja tanpa merespon orang yang buang sampah sembarangan maka dia adalah bisu.
Yang pada intinya kita harus memahami, untuk berkomunikasi kepada setiap anggota masyarakat harus menggunakan bahasanya masing2. Dalam berkomunikasi kepada setiap anggota masyarakat bisa berbeda2 cara.
Mungkin sedikit aneh, kurang bisa dimengerti, apa maksudnya postingan ini. Pandi berharap tulisan ini bermanfaat.

| 7