Hari yang panas

Mengapa hari begitu panas, mungkin karena ini musim kemarau, mungkin juga karena lapisan ozon sudah banyak berlubang, atau karena pohon-pohon besar yang rindang sudah langka, efek rumah kacakah, CFC.
Manusia yang berbuat dan manusia sendirilah yang akan merasakan akibatnya atas segala apa yang diperbuatnya. Berbanding lurus dan seimbang, adil, sifat dari hukum alam ini. Semua terjadi pasti ada sebab dan akibatnya, bukan kebetulan. Menjadi manusia yang menganggap semua kebetulan, berangan-angan semua akan kembali normal tanpa berbuat apa-apa.
Harus diakui bahwa akibat yang terjadi adalah akumulasi dari pembiaran-pembiaran dan ketidak perdulian yang bermula dari kebodohan. Merasa cukup dengan kepintaran yang didapat padahal untuk tingkatan dunia hanya seujung kuku. Merasa nyaman dengan sanjungan, pujian, kata-kata manis.
Bagaimana bisa orang yang berfikiran kerdil mengerjakan sesuatu yang besar, paling hanya isapan jempol untuk menghasilkan pujian dan sanjungan. Berkata-kata namun tak kujung diperbuat dan direalisasikan, omong kosong.
Namun disinilah pembelajaran yang bisa diambil, adalah kalau orang belum merasakan biasanya belum akan percaya. hari yang panas ini mudah-mudahan jadi ketukan untuk hati-hati para manusia untuk berfikir besar dan mewujudkan dunia yang lebih baik, lingkungan yang asri, pohon rindang, lapisan ozon yang tertutup rapih melindungi bumi kita tercinta.


kondisi bumi yang panas bisa berubah menjadi sejuk, kita yakin bisa.