Kecintaan

Lukaku yang menganga dan rasa sakit yang terus terasa tak bisa ku sembunyikan dari pandangan mereka yang aku temui. Mereka memang pantas memandangku dengan rasa iba, namun bagiku itu begitu menyiksa, aku tidak mau menjadi manusia yang di kasihani. Melihat sikap mereka yang begitu lembut dan penuh simpati, kasihan. Aku tak kuasa menolak apa yang mereka sodorkan berupa bantuan yang mereka bawa, memang aku membutuhkannya, untuk bertahan hidup.

Rasanya apa yang aku lakukan, semua untuk kebaikan mereka, dan mereka pasti mengerti dan paham atas apa yang aku sampaikan dan terangkan. Menjelaskan apa yang aku pahami, karena rasa sayangku, aku ingin mereka memahami akan arti hidup yang sebenarnya, kehidupan bukan hanya di dunia ini saja. Akan ada kehidupan yang begitu indah dan menyenangkan, yang tidak pernah di sangka-sangka, belum pernah di lihat oleh mata dan terdengar oleh telinga.  Balasan bagi mereka yang taat kepada Allah.

Sekaligus akan ada kehidupan yang begitu mengenaskan, dan di sana yang ada hanya penderitaan serta kesengsaraan. Balasan bagi mereka yang berdosa kepada Allah. 

Mungkin aku harus menerima ini sebagai balasan, karena telah menerima kebaikan mereka, ketika aku terluka dan menerima uluran tangan mereka. Yang kemudian menganggap apa yang aku sampaikan, menceramahi atau menggurui, padahal kecintaan inilah yang mendorong aku menyampaikannya. Aku tak butuh apa yang mereka punyai dan kuasai.

Aku tak mau berputus asa untuk menyampaikan apa yang aku pegang erat dalam relung kalbuku, semoga Allah memberi mereka hidayah kepada mereka atau anak mereka atau cucu cicit mereka. Meski pada saat itu aku telah tiada..