Mengoptimalkan Waktu Setiap Hari

Semua pekerjaan yang kita kerjakan pasti akan ada hasilnya, baik dan jelek. Yang sudah baik diusahakan dipertahankan dan ditingkatkan supaya jadi lebih baik, dan yang masih jelek dievaluasi kemudian diperbaiki. Harus disadari kalau waktu adalah aset yang paling berharga dalam kehidupan ini, ada yang bilang waktu adalah kehidupan itu sendiri, maka jangan sekali-kali menyia-nyiakan waktu. Dan kalau kita bayangkan bahwa waktu itu air terjun yang tidak mungkin kembali ke atas, tapi akan terus mengalir. Dengan menjadikan waktu itu optimal maka akan terlihat pada diri-diri kita perubahan dalam mensikapi masalah, akan cenderung terarah dan tidak sembarangan, bukan berarti tergesa-gesa, tapi terencana. Ada yang berkata gagal merencanakan samadengan merencanakan kegagalan. Menjadi seorang yang gagal dalam mengoptimalkan waktu, bukan berarti bisa terus-terusan melakukan kegagalan dan tidak melakukan evaluasi, karena setiap usaha pada dasarnya akan kembali pada diri sendiri, hasilnya berdasarkan usaha yang kita lakukan.
Mengapa hari ini gagal dan kenapa kegagalan terus mendekat dan enggan menjauh, mingkin karena mempunyai hal yang membuat senang si-kegagalan, sehingga kegagalan terus betah nempel dalam kehidupan kita.
Evaluasi macam apa yang harus dilakukan, sebagian orang bingung dan merasa putus asa. Evaluasi yang menghasilkan perbaikan dalam cara berfikir, bersikap, dan bertindak. Idealnya kita bisa lakukan perbaikan dalam proses dan hasilnya lebih atau setidaknya jadi baik.
Menjadi apakah kita dengan pola hidup kita dengan mengoptimalkan waktu, semoga keberhasilan atau kesuksesan melirik kita dari kejauhan dan tersenyum lalu kemudian memeluk erat kita dan tidak lagi menjauh, karena kita terus menyusun rencana untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.
Mimpi ini menjadi kenyataan dalam suatu masa dan kita akan mengucapkan syukur kepada sang pencipta atas karunia kehidupan yang Dia berikan.
Tiada lagi putus asa.

| 2