Hari ke 5

"Ujian datang dititik terlemah'' saya temukan tulisan ini dalam sebuah buku. Yang belakangan saya sadari itu memang terjadi dalam kehidupan ini. Kebanyakan ujian menguji apa yang tidak diketahui dan bukan apa-apa yang sudah kita ketahui. Yang lemah dalam segi harta maka ujiannya adalah ujian harta, yang lemah dalam hal wanita maka ujiannya adalah ujian tentang wanita, dan yang lemah dalam hal jabatan maka ujiannya tidak akan jauh dari soal jabatan. Tapi bisa difahami kalau tujuan Alloh memberikan ujian sedemikian rupa adalah untuk menjadikan seorang hambaNya lebih kuat, lebih kuat keimanannya, dan agar menyadari bahwa Alloh adalah tempat kembali segala urusan/persoalan.

Melihat apa yang saya hadapi, memang ada benarnya kalau ujian itu selalu terasa dititik terlemah, ini menyadarkan saya kalau saya hanyalah manusia yang lemah dan seharusnya mendekatkan diri kepada Alloh yang maha kuasa di bumi dan di langit. Harapan saya semoga romadhon ini bisa mendekatkan diri ini dengan Alloh dan menguatkan apa yang menjadi titik lemah diri ini. Lebih kuat menahan lapar, ngantuk, emosi, dan menguatkan rasa kepedulian saya.

Selalu ada harapan, ini yang baru saya sadari ketika kesulitan datang, ketika itu saya mencoba berserah diri kepada Alloh atas apa yang menimpa saya dan melakukan apa yang seharusnya saya lakukan yaitu usaha sebaik-baiknya. Hasilnya memang berbeda ketika lebih mendahulukan keluh kesah dan stress memikirkan hasil akhirnya.

Romadhon ini jadi bulan penuh harapan bagi saya, karena Alloh menjanjikan keutamaan dibulan ini, dan saya akan mencoba memenuhi syarat-syarat itu demi mendapat keutamanaan dari Alloh itu.

Bismillah..

| 4