Hari ke 8

Hari ini saya merasa kecil, ternyata belum seujung kukupun saya bisa menyamai mereka, orang-orang sholeh, yang kesehariannya dipenuhi amal-amal ibadah. Waktu mereka hanya dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri dan orang disekitarnya, mereka dalam keadaan sibuk, kesana kemari tanpa kenal lelah, menyiapkan apa yang perlu dipersiapkan, melaksanakan apa yang harus dilaksanakan, menginfaqkan hartanya, tenaga, fikiran hanya untuk hal yang bermanfaat.

Saya mencoba membandingkan diri ini dengan mereka, kecil, saya meresa kecil. Waktu yang saya pergunakan masih sangat lapang dan lengang dari amal-amal ibadah, yang kebanyakan hanya diisi oleh istirahat dan istirahat, sedangkan mereka istirahat mereka adalah kematian, ya mati adalah tempat mereka beristirahat. Hidup bagi mereka kesempatan untuk memenuhinya dengan amal-amal utuk bekal mereka dikehidupan berikutnya. Satu kata yang bisa saya ucapkan "Subhanalloh, luarbiasa".

Saya selalu berharap semoga saya bisa mengikuti jejak langkah mereka dan dikumpulkan terus bersama-sama dengan mereka sehingga setelah kehidupan ini saya termasuk golongan orang yang sholeh. Sedikit muluk, tapi dengan segala keterbatasan yang saya punya, bukan hal yang tidak mungkin bagi Alloh, jika Dia berkehendak pasti akan terjadi.

Romadhon menjadi kesempatan saya untuk memaksimalkan diri untuk memperbanyak amal ibadah. Jadi puasa bukan jadi alasan untuk mengurangi aktifitas, bahkan sepatutnya memanfaatkan moment ini dalam rangka meraih ganjaran pahala yang saat ini dicurahkan Alloh swt.

Tetep semangat..



| 2