Kenapa ga makan?

Hari itu, temanku, sahabatku, saudaraku lain bapak lain ibu, Ali hanya tersenyum waktu aku makan siang itu, aku tanya, 

"Kenapa ga makan?",

"Shaum" katanya singkat,

"Oh" balasku.

"Emang ini hari apa?" tanyaku menyambung, sambil makan pengen ngobrol, yang begini ini kurang afdol bagusnya makan dulu baru ngobrol, selain lebih khusyu, hitungannya bisa pass 32 kali kunyahan bagus untuk pencernaan, katanya begitu.

"Hari Selasa" jawab Ali.

"Kenapa shaum? kan, shaum sunah itu senen dan kamis"

"Kata siapa? shaum sunah itu bukan hanya senen dan kamis, ada shaum daud; saum selang seling, satu hari saum satu hari tidak, shaum pertengahan bulan; 13, 14, 15 dibulan Hijriah" jawab Ali, panjang lebar.

Aku yang sedang makan manggut-manggut.
"Jadi, sekarang kamu lagi saum apa?" tanyaku lagi, prediksiku kalau tidak saum daud pasti saum pertengahan bulan
.
"Saum pertengahan bulan, 3 hari, 13, 14, dan 15 Rajab, ganjarannya itu berpeluang mendapat pahala seperti shaum selama setahun, lumayankan! 3 hari sama dengan satu tahun!" jawabnya.

"Ya, itu kan kalau diterima shaumnya!"

"Ya, namanya juga usaha, mending dari pada yang ga usaha, soal hasil serahkan saja kepada Alloh" Jawabnya mantap.

"Iya, Iya, mudah-mudahan saumnya diterima bro!"

Aku mencoba menarik kesimpulan, sepertinya temanku, sahabat, saudaraku lain ayah lain ibu, mencoba berusaha ingin masuk syurga lewat pintu Ar Royyan,

Sumber gambar

”Dalam surga ada satu pintu yang disebut sebagai Ar Royyan, yang pada hari kiamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali para shaimun (orang-orang yang shaum). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka,’Mana para shaimun?’ Maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut.”

Cerita super singkat ini semoga meng inspirasi.