All

Hari ini menjadi awal perubahan, siap atau tidak perubahan pasti akan terjadi. Berawal dari bercermin kepada orang terdekat, kesalahan itu pasti ada dan pasti ada kebaikan juga dalam dirinya. Potensi kebaikan meskipun kecil patut disyukuri, seperti halnya tanaman yang berawal dari benih yang kecil namun ketika tumbuh berkembang bahkan mampu beregenerasi dan membentuk komunitas kebaikan. Terdengar indah dan merdu suara syair, bait-bait tentang kebaikan, namun banyak ternyata orang yang sudah terkena virus sehingga sel-sel dalam dirinya rusak, mulai tuli, mati rasa, sehingga keindahan itu berlalu begitu saja. Namanya "Pegat Manah" istilah ini artinya putus asa, istilah ini berasal dari bahasa sunda, masih saja ada yang terkena bahkan memelihara virus ini dalam dirnya. Bahkan virus ini dijadikan senjata oleh kalangan penguasa untuk menguasai dunia.

Apa yang lebih mengenaskan dari orang yang pegat manah (PM) ini, tidak ada yang lebih mengenaskan karena orang yang PM tidak akan bisa berubah meski di dalam dirinya ada potensi besar, disekitarnya ada sumberdaya yang kaya. Jika merasa diri tidak kunjung ada perubahan maka lihatlah kepada diri sendiri adakah PM dalam diri.

Mengenal PM mungkin ada gunanya sebagai langkah awal menanggulanginya. Kenalilah gejala awal dari PM, malas dalam berusaha, mulai kehilangan gairah dalam bekerja, emosi tidak stabil, gejala ini dapat dirasakan dalam diri kita. Antisipasilah dengan silaturahmi, ya, berkunjung kepada saudara yang selalu giat bekerja, bisa mengendalikan emosi, dan tekun berusaha. 

Tulisan apa ini?, konsep hasil melamun, bahasanya ngejlimet, semoga bermanfaat.  

| 7