Pergi Untuk Sementara "Hour"

Arie baru tahu orang yang dekat dengannya, teman seperjuangan dan bersenda gurau telah pergi. Telah ia lacak kesemua tempat dan tak nampak meskipun sekedar bayangannya, dengan kekuatan yang ia punya, segala kemampuanya sudah ia kerahkan. Sepertinya sahabatku ini sengaja menghilang pikir Arie, "Aku akan mencoba menerima, percaya padamu kawan, mungkin kau perlu waktu sendiri" gumam Arie dalam hati.

Entah sejak kapan Arie merasa kehampaan bila sobatnya itu pergi, mungkin sejak Arie mengenalnya lebih jauh. Jauh kedalam lubuk hatinya, dibalik penampilannya yang acak-acakan, mungkin bisa dihitung kapan saja dia pernah mandi, dia Manja (Mandi Jarang). Meski pada awal pertemuan yang monumental itu, berawal dari accident, seperti dalam cerita sinetron, tapi bedanya ini adalah sinetron tentang persahabatan, bukan cerita roman picisan. Arie mencoba mengingat kembali awal pertemuan itu, pertemuan itu di bulan Oktober 2004, ketika tak sengaja mobil Arie menabrak sepeda yang dikendarai sahabatnya itu, "oh, bukan sahabat tapi calon sahabat, karena waktu itu dia belum resmi jadi sahabat, tepatnya belum ada legalisir dari ku" pikir Ari.

Namanya Fan, ketika itu ia mengendarai sepeda, warna putih, sepeda federal, sporty, sepertinya dia salah satu pendukung atau pengusung GO Green, benar saja ketika Arie tanya mengapa dia memakai sepeda, "Supaya berkurang 1 orang yang  membuat polusi di bumi tercinta", "Mereka tinggal di bumi tapi tidak menghargainya, mereka dengan sengaja membuat kerusakan, salah satunya polusi udara" katanya panjang lebar, Arie kurang begitu mengerti tapi Arie meng-iyakan saja, demi menghargai kawannya itu. Kembali ke accident, waktu itu Arie meminya maaf, sesudah sepeda Fan rodanya membentuk angka delapan, tapi Fan hanya tersenyum, meski sedikit meringis kesakitan, "It's Okkay" katanya. Memang ini salah Arie kalau saja ia mengikuti himbauan kepolisian Republik Indonesia untuk tidak memakai Handphone saat berkendara mungkin tidak begini jadinya. "Cool", kesan pertama yang Arie dapat dari Fan meski sepedanya sudah babak belur dan Fan mengalami sedikit lecet, Fan tetap tenang, tidak ada ekspresi kemarahan. Mau tidak mau, Arie memberi ganti rugi, mengganti sepeda Fan.

Story Begins..