Januari Yang Hujan

Ingin sekali hari ini, makan yang anget2 soalnya dibulan januari ini cuaca cenderung hujan, tanah selalu basah, semilir angin yang dingin, dan mendung selalu setia memayungi. Godaan kantuk jika hujan, tidak sedikit yang mengisi hari hujan ini dengan tidur. Bagi diriku yang kebetulan bekerja sebagai kuncen, hanya bisa tertunduk khusyu, ngantuk, antara alam mimpi dan alam nyata, siap siaga jika ada costumer yang datang.

Mau bagaimana hidup, terserah kita yang menjalani, asal siap dengan konsekuensinya. Sebagian orang menyibukan diri dengan menyalahkan orang lain ketika kena batu dari amal2nya. Kekanak2an, kurang dewasa, maunya menang sendiri, ternyata banyak dialami penduduk dunia belakangan ini, contohnya terlalu banyak untuk diceritakan, yang kadang tidak disadari si makhluk bernama manusia ini.

Anak2 berlarian seakan mereka tidak takut terjatuh, anak itu baru 5 tahun atau kurang mungkin, dengan kaki kecilnya mereka berlarian. Anak cenderung berfikir positif dan punya keingintahuan yang besar, luarbiasa dengan segala potensi dimasa depan. Entah berapa banyak orang yang bermimpi untuk bisa kembali ke masa kecil, menjadi anak kecil, yang penuh kasih dan cinta dari orang tua.

Hujan kata orang dulu itu berkah, tapi kalau sekarang disebagian daerah hujan menjadi ancaman yang memprihatinkan, banjir dan longsor siap menerpa, masyarakat menderita, pemerintah bingung, karyawan yang mau berangkat kerja kecewa, perusahaan libur, pengusaha rugi.