02 March 2011

The power of kepepet plus kegencet


Hari-hari ini banyak mimpi yang ingin saya wujudkan dari mulai punya usaha mandiri dengan omset 100jt, punya laptop warna coklat, kuliah jurusan yang ada hubungannya dgn komputer, nikah dengan seorang putri yang baik hati dan soleh, bla.. bla..  Meski baru nol koma nol nol satu persen progresnya saya mencoba menikmati proses, toh memang semuanya butuh proses dan harus dinikmati biar tidak jadi beban fikiran dan hati ini.

Tak terasa banyak perubahan yang aku rasakan, dan ini harus disyukuri terutama kepada Allah SWT yang telah meng-create segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku, dan kepada orang ada di sekelilingku. Semoga perubahan ini membawa kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan ini. 
 
Ada teman yang mengeluhkan kenapa kehidupanya tidak kunjung berubah, meski sudah berpenghasilan, dia menyimpulkan kalau selama ini dia adalah orang dengan tipe pembosan, ketika mengerjakan satu bidang tidak pernah sampai selesai. Kalau dalam istilah sunda "teu akaran,teu sihungan" (tidak berakar, tidak bertaring. ind.) istilah untuk kemampuan/keahlian/keyakinan yang dipelajari tidak sampai tuntas, berhenti ditengah jalan karena bosan, malas, de el el. Hasilnya adalah keahlian/kemampuan yang tanggung dan cenderung menghasilkan pekerjaan yang kurang sempurna. Setelah berfikir saya simpulkan temanku ini harus mencari suasana/lingkungan/teman/sahabat yang membuatnya bisa berjalan lurus, bersabar, dan terjaga dalam proses untuk bisa mencapai perubahan. Kata orang biasanya suasana itu akan terasa ketika sudah menikah, ada rasa kepepet dan kegencet . Banyak teman yang berubah, dari mulai penampilan, pola fikir, dan cara bersikap, ketika mereka sudah menikah. Mereka mulai berfikir aktif-kreatif dan tidak reaktif apalagi pasif dalam bekerja, demi kelangsungan keluarga kecilnya. Atau kalau belum bisa pilihlah teman/sahabat yang sekiranya dengan tidak segan bisa mengingatkan ketika kita belok atau melenceng dari tujuan yang ingin kita.

Tidak bisa asal terima begitu saja sebuah kesimpulan, kalau bisa lakukan ujicoba, Experience is the best teacher.. semoga bermanfaat..

 

1 comment:

  1. Assalamualaikum..
    experience is the best teacher sangat benar sekali.lebih sering belajar dari pengalaman sendiri daripada pengalaman teman.
    nice post.
    Wassalam..

    ReplyDelete

Terima kasih, sudah berkunjung..